Halmaherapedia— Organisasi Masyarakat (Ormas) Generasi Muda Sultan Baabullah (Gemusba) dikukuhkan Sultan Ternate Hidayatullah Sjah di Pandopo Bala, Kedaton Kesultanan Ternate, Senin (5/1/2026). Sebanyak 98 pengurus besar Gemusba dilantik yang dirangkai dengan Rapat Kerja Gemusba.
Dikutip dari RRI.co.id, pengukuhan tersebut dihadiri juga Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe bersama perwakilan Pemerintah Kota Ternate dan para pemangku kepentingan, serta perangkat adat Kesultanan Ternate. Kesempatan itu turut dibacakan Surat Keputusan (SK) susunan pengurus Gemusba.
Sultan Ternate Hidayatullah Sjah usai pengukuhan menyampaikan perjalanan panjang Gemusba serta kontribusi besar generasi muda Maluku Utara dalam sejarah daerah. Sultan berpesan kepada seluruh pengurus Gemusba agar tidak terlibat politik praktis atas nama organisasi.
“Sesuai pesan Sultan Mudaffar Sjah selaku pendiri organisasi ini, Gemusba tidak boleh masuk kancah politik praktis. Silakan berpolitik, tetapi jangan membawa nama Gemusba,” kata Sultan Ternate.
Menurutnya keterlibatan individu dalam politik merupakan hak pribadi. Namun, organisasi harus tetap berdiri netral demi menjaga marwah dan tujuan awal pembentukannya.
Dia turut mendorong Gemusba berjuang melalui jalur intelektual dan pendidikan dan berharap para pengurus memanfaatkan ilmunya di bangku pendidikan untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan Maluku Utara dan masa depan generasi.
“Gunakan pendidikan dan pengetahuan untuk memajukan daerah dan membesarkan generasi muda Maluku Utara,” pesan Sultan.
Sementara Ketua Gemusba Jo Ngofa Ismulsujud mengingatkan bahwa, Gemusba bukanlah organisasi baru. Berdiri sejak 1968 dengan nama awal Pemuda Babullah kala itu, dibentuk oleh Almarhum Sultan Mudaffar Sjah.
“Kehadirannya untuk menjaga adat, budaya, dan martabat Kesultanan Ternate,” ujarnya. Dijelaskan, pada 1998 Sultan Hidayatullah Sjah mengubah nama Pemuda Babullah menjadi Generasi Muda Sultan Babullah (Gemusba).
Perubahan nama ini bukan sekadar symbol, tetapi penegasan jati diri generasi muda yang berakar pada nilai perjuangan, keberanian, dan kepemimpinan Sultan Babullah. Sejak itu, Gemusba hadir sebagai garda terdepan pemuda menjaga adat, identitas, serta hak-hak tanah Kesultanan. Sekaligus meneruskan marwah dan wibawa kesultanan di tengah dinamika zaman. (aji)

















