Dikbud Malut Gelar Malam Apresiasi Akhir Tahun 

Daerah, Headline583 Dilihat

Laporkan  Capaian Program Pendidikan  di Maluku Utar

Halmaherapedia– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara menggelar Malam Apresiasi Akhir Tahun 2025. Kegiatan  itu dipusatkan di Aula SMK Negeri 2 Kota Ternate, Minggu (28/12/2025) malam. Penghargaan diberikan kepada instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi dan perusahan serta guru dan para siswa berprestasi.

Selain memberikan penghargaan  kepada mereka  yang memiliki dedikasi dan kepedulian terhadap dunia pendidikan, juga dipaparkan  berbagai capaian sepanjang 2025 dan agenda strategis   2026 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara Dr Abubabakar Abdullah turut melaporkan program yang sudah dikerjakan dalam 10 bulan ini. Dalam  laporan  capaian  bidang pendidikan sepanjang tahun 2025, dilaporkan 10 bidang program yang telah dijalankan.

Pertama, Program Penuntasan Akses Pendidikan. Disampaikan, melalui Program Pendidikan Gratis, Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan bahwa pendidikan tidak lagi menjadi beban bagi keluarga. Sejak Maret hingga Desember 2025, selama 10 bulan pelaksanaan program,  telah memberikan manfaat kepada 68.512 peserta didik, terdiri atas 44.381 siswa sekolah negeri dan 24.131 siswa sekolah swasta, termasuk MA dan SMK.

“Meski begitu, masih ada 34 sekolah swasta  belum berkenaan mengikuti program ini kami terus lakukan pendekatan persuasive,”kata Abubakar.

Kedua, Sarana dan Prasarana Pendidikan. Melalui Program Revitalisasi Sarana dan Prasarana Sekolah yang bersumber dari APBD 2025, pemerintah hadir memperbaiki dan meningkatkan fasilitas pendidikan agar sekolah menjadi ruang belajar yang aman, layak, dan mendukung  semangat belajar peserta didik.

Pada 2025 ini, terdapat 68 sekolah dengan total pagu anggaran sebesar Rp53.805.515.000, meliputi pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi kelas, pembangunan aula, rehabilitasi laboratorium, pembangunan pagar, lapangan, ruang guru, rehabilitasi ruang penunjang sekolah, toilet, serta rumah dinas guru.

Ketiga, Transformasi Pembelajaran Digital. Program ini difokuskan pada penuntasan sekolah- sekolah di wilayah blank spot atau yang belum terjangkau jaringan internet. Pada 2025, telah dilakukan intervensi di 89 sekolah.

“Bagi sekolah yang belum terjangkau, atas arahan Ibu Gubernur, penuntasannya pada 2026 melalui skema sharing APBD dan APBN,” ujarnya.

Penyerahan penghargaan kepada para pihak yang turut berperan dalam mendukung program pendidikan di Maluku Utara, foto Asep Dkibud

Selain itu, pada 2025 telah didistribusikan 616 unit komputer ke 65 sekolah yang bersumber dari APBD.  Melalui arahan langsung Ibu Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, pada 2026 telah  dialokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pengadaan komputer lanjutan.

Keempat, Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) pada Satuan Pendidikan. Sejak diluncurkan  Gubernur pada  19 Agustus 2025 di SMA Negeri 2 Ternate dan SMA Negeri 5 Tidore, hingga Desember 2025 program PKG telah menjangkau 320 dari 407 sekolah atau sekitar 78 persen. Masih terdapat 87 sekolah atau 21,4 persen yang belum melaksanakan pemeriksaan.

“Jumlah peserta didik yang telah diperiksa sebanyak 39.486 siswa dari total 61.254 siswa, atau setara 64 persen, dengan 89 sekolah telah mencapai cakupan 100 persen, termasuk melalui Program Kopi Pahit,”jelasnya.

Kelima, Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini baru menjangkau 95 sekolah dari total 407 sekolah atau sekitar 23,3 persen, dengan jumlah penerima manfaat 24.643 peserta didik dari total 61.254 siswa, atau setara 40,2 persen.

Keenam, Peningkatan Mutu Guru. Sepanjang  2025, telah dilaksanakan pelatihan guru yang berfokus pada Deep Learning, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (AI). Sebanyak 226 guru dan kepala sekolah telah dituntaskan melalui dukungan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja bekerja sama dengan KGTK Maluku Utara.

“Kami juga bekerja sama dengan Sampoerna Foundation dalam program Profiling Guru dan Kepala Sekolah di Kota Ternate dan Kota Tidore yang saat ini masih dalam tahap analisis sebagai dasar perumusan kebijakan peningkatan mutu,”paparnya.

Ketujuh, Data Guru. Saat ini jumlah guru di Provinsi Maluku Utara sebanyak 6.215 orang, terdiri atas 2.307 PNS, 1.757 PPPK, sehingga total guru ASN dan PPPK sebanyak 4.046 orang, serta 2.151 guru non-ASN.

Kedelapan, Pengembangan Prestasi Peserta Didik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara terus menyelenggarakan berbagai kegiatan akademik tingkat provinsi serta memfasilitasi keikutsertaan peserta didik pada ajang nasional dan internasional.

Kesembilan, Realisasi Dana Beasiswa PIP Tahun 2025. Hingga tahap terakhir bulan Desember 2025, penerima PIP jenjang SMA sebanyak 15.918 siswa dengan nilai Rp25.590.600.000, meningkat signifikan dari tahap sebelumnya sebanyak 7.696 siswa. Untuk SMK, penerima sebanyak 6.086 siswa, meningkat dari tahap pertama 3.106 siswa, dengan total dana Rp9.517.000.000.

Untuk SLB, penerima sebanyak 218 siswa dengan total dana Rp200.300.000. Dengan demikian, total penerima PIP tahun 2025 berjumlah 22.222 siswa dengan total dana Rp25.800.417.000, dengan batas pencairan hingga 31 Januari 2026.

Kesepuluh, Bidang Kebudayaan. Hingga  2025 telah ditetapkan 74 Warisan Budaya Takbenda (WBTB). Tahun ini, Maluku Utara kembali menerima penghargaan penetapan 10 WBTB dari Menteri Kebudayaan.

Untuk Cagar Budaya, saat ini terdapat 5 Cagar Budaya, dan baru saja ditetapkan 3 Cagar Budaya Nasional, yaitu Masjid Sultan Ternate, Makam Sultan Babullah, dan Makam Mahmud Badaruddin II.

Turut disampaikan juga beberapa agenda strategis  2026 sebagai upaya implementasi visi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, yaitu Penuntasan Program PKG bagi seluruh satuan pendidikan. Implementai Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan Pulau Morotai, Halmahera Timur, dan Halmahera Selatan sebagai lokus awal.  Usulan pengadaan bus sekolah ke Kementerian Perhubungan  telah memasuki tahap finalisasi.

Penguatan pendidikan karakter melalui kerja sama lintas sektor untuk mencegah perundungan, kekerasan, dan intoleransi. Dalam acara ini dilaksnakan juga penandatanganan  Perjanjian Kerjasama  dengan Korem 152/Babullah untuk pembinaan karakter peserta didik.

“Sepanjang 2025, ada tiga kasus perundungan yang viral, yaitu di SMA Negeri 5 Ternate, SMA Negeri 8 Taliabu, dan SMA Negeri 5 Halmahera Barat,” katanya.

Di bidang kebudayaan,  ada 74 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), telah dilaporkan dan memohon arahan  Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur untuk didaftarkan salah satu WBTB sebagai Warisan Budaya Dunia.

Pihaknya juga melakukan Penguatan kolaborasi peningkatan kualitas pendidikan untuk meningkatkan Indeks Pendidikan, Rapor Pendidikan, TKA, serta memperluas  partisipasi peserta didik pada ajang nasional dan internasional.

”Kami juga melaporkan bahwa sepanjang  2025 terdapat 50 guru pensiun, 6 pengawas sekolah pensiun, serta 2 pengawas sekolah wafat.

Wagub Sarbin Sehe yang hadir  di malam apresiasi akhir tahun tersebut turut menyampaikan beberapa poin penting terkait perkembangan  pembangunan pendidikan di Maluku Utara. Salah satunya mengingatkan agar hak para guru diperhatikan betul oleh dinas pendidikan.  Tidak saja dia juga mengingatkan sekolah, guru dan siswa  di Maluku Utara untuk menjaga lingkungan sekolahnya agar bersih dan rapih. Pasalnya    kunjungan ke beberapa sekolah di kabupaten/kota dia temukan banyak sekolah   lingkungannya tidak terurus.

“Masih banyak sekolah yang kotor. Masalah ini harus saya sampaikan agar  menjadi perhatian semua pihak,” katanya mengingatkan.

Wagub turut mengapresiasi  sekolah, guru dan lembaga kependidikan yang turut mendukung dan  mensukseskan program pembangunan yang telah dijalankan  pemerintah. (aji)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *