Halmaherapedia– Dosen bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB Unkhair) dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Gamlamo Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat, berhasil membuat anti nyamuk spray–semprot dari buah pala.
PKM dengan tema, “Komersialisasi Produk Spray Anti Nyamuk Alami Berbahan Dasar Buah Pala melalui Kewirausahaan Mahasiswa Berbasis Kemitraan (PKM – Kewirausahaan)”, itu dilaksanakan pada Minggu (21/6/2026).
“ Tujuan kegiatan ini ingin memperkenalkan pemanfaatan buah pala sebagai bahan dasar pembuatan obat nyamuk alternatif yang ramah lingkungan serta memiliki nilai ekonom,”jelas Ketua tim PKM Ulfah Dwi Januarti, S.S., M.Hum.
Anti nyamuk semprot ini diberi nama Palamara by Unkhair. Produk berbahan dasar pala ini tidak hanya sebatas antinyamuk, tetapi juga untuk serangga lainnya.
“Palamara by Unkhair juga dapat digunakan sebagai repellent berbagai jenis serangga lain,” jelas Azawiah Hi. Umar pemateri pembuatan spray anti nyamuk.
Setelah dilakukan pemaparan materi dan cara pembuatan dilanjutkan demonstrasi melibatkan seluruh peserta kegiatan. Saat sesi demonstrasi Azwia menjelaskan bahwa langkah awal pembuatan spray anti nyamuk itu dengan mengekstraksi daging pala.
Langkah- langkah pembuatan spray anti nyamuk ini dimulai dengan mengeringkan daging buah pala, selanjutnya dihaluskan. Setelah itu direndam dalam alkohol selama empat hari.
Proses perendaman ini bertujuan mengekstraksi senyawa aromatik yang terkandung dalam buah pala sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dalam produk spray anti nyamuk.
Tahap berikutnya adalah proses penyaringan. Cairan hasil rendaman yang telah didiamkan selama empat hari disaring menggunakan kain kasa untuk memisahkan ampas, biji-bijian, serta endapan yang masih tersisa.
Penyaringan dilakukan sebanyak tiga kali agar diperoleh cairan ekstrak yang lebih jernih dan siap digunakan pada tahap selanjutnya.
Usai penyaringan dilakukan penambahan beberapa zat kimia sebagai bahan pendukung berupa gliserin sebanyak 75 ml untuk membantu mempertahankan kelembaban dan meningkatkan kualitas produk. Ditambahkan pula fenoksietanol (phenoxyethanol) sebanyak 17 ml yang berfungsi sebagai bahan pengawet agar produk lebih tahan lama dan tetap aman digunakan.
Usai pemaparan sekaligus proses pembuatan, dilanjutkan sesi praktik atau volunteer bagi peserta. Peserta diberikan kesempatan mencoba secara langsung memindahkan produk yang telah selesai diproses ke dalam wadah kemasan berupa botol berkapasitas 300 ml. Tujuannya memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai proses pengemasan produk yang siap digunakan maupun dipasarkan.
Selanjutnya, dilakukan sesi uji coba produk hasil produk Palamara by Unkhair dengan disemprotkan kepada peserta agar mereka dapat merasakan secara langsung aroma dan karakteristik spray yang dihasilkan.
Dalam sesi ini dijelaskan pula bahwa Palamara tidak hanya berfungsi sebagai anti nyamuk, tetapi juga dapat digunakan sebagai repellent terhadap berbagai jenis serangga lainnya.
Di akhir kegiatan, produk spray yang telah dibuat dibagikan kepada peserta sebagai bentuk edukasi sekaligus pemanfaatan hasil kegiatan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengetahuan mengenai proses pembuatan spray anti nyamuk alami berbahan dasar pala. Manfaatnya bagi kesehatan dan lingkungan, serta peluang pengembangannya sebagai produk kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Ketua tim PKM Ulfah Dwi Januarti mengungkapkan bahwa pelatihan ini, dapat memberikan masyarakat pengetahuan untuk memanfaatkan daging buah pala agar bisa membantu ekonomi masyarakat.
Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat mendorong pemanfaatan daging buah pala hasil alam Maluku Utara yang selama ini kurang dimanfaatkan, nilai jual yang relatif rendah menjadi produk yang lebih inovatif.
“Hal ini dapat membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Dia juga berharap, pelatihan yang sudah dilaksanakan tidak berhenti dalam kegiatan itu saja tetapi bisa ditindaklanjuti peserta yang hadir.
“Harapannya kegiatan ini tidak berhenti dalam pelatihan ini saja, tetapi dapat ditindaklanjuti peserta, baik mahasiswa maupun masyarakat melalui praktik dan pengembangan produk secara mandiri,”harapnya.
Dalam kegiatan ini tim dosen dan mahasiswa yang terlibat langsung adalah lfah Dwi Januarti, S.S. M.Hum., Sulmi Magfirah, S.S., M.Hum., Nur Fajrhi., S.Pd., M.A., Azawiah Hi. Umar, Azhari Rizki, Alrihzan Faruk, Muhammad Aqil Maulana Talib, dan Fahmi N. Bayan.(mg1)
Komentar