Home Headline Warga Ake Gaale Laksanakan Ritual Sigofi Ake Sambut HUT Kemerdekaan  
HeadlineSejarah dan Budaya

Warga Ake Gaale Laksanakan Ritual Sigofi Ake Sambut HUT Kemerdekaan  

Bagikan
Tahlilan sebagai bagian dari rangkaian ritual Sigofi Ake, foto M Ichi
Bagikan

Halmaherapedia—Warga Lingkungan Ake Gaale Kelurahan Sangaji  Kota Ternate Utara  yang    memiliki sumber  mata air di Kota Ternate, akan menggelar kegiatan Sigofi Ake atau membersihkan sumber air. Ritual yang dulunya dilakukan para leluhur dalam setiap tahun itu,  kini sudah mulai ditinggalkan. Untuk menjaganya tetap lestari budaya membersihkan air itu, warga  kembali menggelar ritual tersebut. Sebelumnya, warga  menggelar ritual  pada  4 tahun lalu bertepatan dengan Hari Air Sedunia pada 2022.

Kali ini, warga  menggelar  ritual  ini bertepatan dengan  peringatan  Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang akan dirayakan pada 17 Agustus mendatang.  Untuk rangkaian  ritual Sigofi Ake sendiri, telah digelar beberapa kegiatan.  Yakni kerja bakti bersama membersihkan sekitar sumber mata air Ake Gaale  Sabtu dan Minggu lalu.  Selain itu dilaksanakan kerja bakti bersama pembersihan pemakaman para leluhur.  Termasuk pada  Kamis (30/7/2026) malam, warga menggelar tahlilan sekaligus  mendokan para leluhur mereka.

Ritual Sigofi Ake yang pernah digelar 2022 lalu adalah salah-satu tradisi yang masih dipegang dan dijalankan masyarakat adat Ternate, foto M Ichi

“Jadi  ada rangkaian kegiatan. Acara puncak Sigofi Ake akan dilaksankan  Senin (3/8/2026),”ujar Thalib Ma’bud tokoh masyarakat Ake Gaale Sangaji.

Dia bilang dalam acara puncak itu akan dilakukan ritual dan   pembacaan doa yang akan dilaksanakan  warga bersama petugas  masjid.  Dalam  acara puncak itu ada prosesi ritual yang akan dilaksanakan, dengan  doa kepada sang pencipta agar  warga dan dilindungi dan dimudahkan rezki.

“Nanti  dalam ritual itu  akan menggunakan  beberapa alat dan bahan sebagai kelengkapan proses ritual,” jelasnya.

Soal ritual adat ini,  tokoh masyarakat Ake Gaale, Hi Sadek Kahar menyampaikan bahwa,  warga  mengelarnya sudah turun temurun. Meskipun tidak secara rutin,tetap dihidupkan tradisi ini. Tujuannya  agar   ritual ini  tetap diingat dan dijalankan   penerusnya.

“Ini  kita mewariskan  tradisi ini tetap dijaga dan  dijalankan  secara turun temurun,” jelas Hi Sadek.

Karena itu  untuk men jaga tradisi ini  tetap dihidupkan dia meminta  pemerintah daerah kota Ternate agar menjadikan sebagai agenda tahunan.

“Agar jadi pengingat bagi masyarakat, harapan kita pemerintah kota Ternate bisa membaca peluang ini  dan  dijadikan  agenda tahunan,”harapnya.(aji)

 

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DaerahHeadline

DKP Malut Inisiasi Forum Penanganan Pelanggaran Sektor Perikanan dan Kelautan

Halmaherapedia--Untuk menyikapi tingginya pelanggaran di bidang  perikanan dan kelautan, Pemerinta  Provinsi  Maluku...

DaerahHeadline

Inflasi Tinggi karena Malut  Bergantung Pangan  dari Luar   

 Halmaherapedia—Rilis BPS pada Juni 2024, menunjukkan inflasi bulanan Malut  menyentuh angka 2,45...

DaerahHeadline

Bird Race Competion, Ajang Perkenalkan Kehati Halmahera  

Bird Race Competion, Ajang Perkenalkan Kehati Halmahera   Halmaherapedia-- International Bird Race...

HeadlineKota Ternate

Nyanyian Alam Pulo Tareba: Dari Cerita  Alam yang Indah hingga Ancaman Perburuan Satwa Liar   

Penulis: Safri Rusdi/Wartawan Halmaherapedia.com  Rimbun pepohonan  dan suara burung dari kejauhan terdengar...