Halmaherapedia— Kampus Berdampak sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi dilaksanakan di kawasan lingkar tambang PT IWIP di Weda Halmahera Tengah Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini dikemas dalam riset dan pengabdian kepada masyarakat terutama pekerja tambang yang ada di PT IWIP.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi tiga perguruan tinggi. Yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun Ternate sebagai tuan rumah, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jakarta (STEI Jakarta) dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UNSIDA) Jatim.
Safri Panigoro SE., Msi Perwakilan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun Ternate bilang kegiatan dengan melibatkan Serikat Pekerja karena berfungsi sebagai mediator antara pekerja dan perusahaan dalam menjalankan praktek hubungan industrial. Kampus sebagai pusat kajian dan inovasi berkolaborasi dengan serikat pekerja metal dan logam Indonesia wilayah Maluku Utara, memberi penguatan kepada para pekerja.
Langkah ini dilakukan untuk mengimplementasikan fungsi dari praktek hubungan industrial yang lebih bermakna dan tepat sasaran.
”Kampus sebagai pusat kajian dan inovasi mengangkat tema utama Tantangn Pekerja Milenial di Daerah Lingkar Tambang,”kata Safri.
Kegiatan ini juga berskala nasional karena melibatkan 3 kampus sekaligus bersama serikat pekerja metal dan logam Indonesia wilayah Maluku Utara.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (13/6/ 2026 malam lalu itu, digelar dalam bentuk diskusi dan dipusatkan di Desa Lelilef Sawai dihadiri para pekerja dari PT IWIP dan pekerja kontraktor tambang.
Ketua Serikat Pekerja Metal dan Logam Maluku Utara (SPLP FSPMI) Fadli A Taslim yang hadir dalam pengabdian masyarakat itu menyampaikan bahwa serikat mendorong para pekerja untuk berani bicara mengenai isu dan tantangan yang dihadapi. Harapannya menurut dia menjadi kajian inovatif dan berdampak bagi kehidupan pekerja milenial di lingkar tambang.
”Dari hasil diskusi ini diharapkan menjadi kajian yang berdampak,” kata Fadli.
Sementara Dr R.W Jack Sumampow yang juga ketua tim riset dan pengabdian wakil STEI Jakarta menanggapi pertanyaan, keluhan dan masukkan dari para pekerja baik dari segi industrial, relationship.
Dia turut memberikan masukkan bagi para pekerja untuk meningkatkan kualitas kehidupan pribadi yang berhubungan dengan peningkatan kinerja mereka.
Sementara Safri Panigoro dari FEB Universitas Khairun memberikan masukkan dan solusi bagi para pekerja terkait aspek Keselamatan dan Kesehatan Pekerja. Kesempatan itu turut mengumpulkan data dari informasi yang di berikan oleh para pekerja.

Karena antusiasnya peserta yang kebanyakan adalah pekerja milenal itu, kegiatan diskusi yang rencana hanya 2 jam karena atensi yang begitu tinggi dari audiens berupa pertanyaan, masukkan, informasi maupun curhat kegiatan berlangsung hingga kurang lebih 4 jam.
Semua hasil pembicaraan dalam pertemuan ini akan dijadikan draft bahan kajian. Baik dalam bentuk penelitian, pengabdian, laporan maupun lainnya.
”Harapannya dapat memberikan banyak masukkan yang positif dan terukur sesuai kebutuhan pekerja dan perusahaan sendiri agar tercipta hubungan industrial yang seimbang dan harmonis,” harapnya.
Sementara masukan dalam pertemuan itu FSPMI merekomendasi bagi pekerja yang belum menjadi anggota serikat pekerja agar segera mungkin bergabung menjadi anggota serikat pekerja sesuai keinginan dan kebutuhan pekerja itu sendiri.
Hasil pertemuan ini, baik akademisi, SPLP FSPMI dan pekerja berharap masukkan yang ada dijadikan bahan kajian, penelitian, pengabdian dan lainnya dapat mengahsilkan output dan bahan pertimbangan bagi pemangku kebijakan baik executive, legislatif maupun pelaku usaha tambang.
Komentar