Home Daerah MDPI Bersama KPBP Malut Bahas Tata Kelola dan Subsidi BBM
DaerahHeadline

MDPI Bersama KPBP Malut Bahas Tata Kelola dan Subsidi BBM

Bagikan
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe saat membuka dengan resmi kegiatan pertemuan MDPI bersama KPBP dan stkaholder terkait Selasa (4/8/2026) foto Apdoni
Bagikan

Halmaherapedia— Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI)  melaksanakan pertemuan reguler bersama Komite Pengelola Bersama Perikanan (KPB P) Provinsi Maluku Utara (Malut) Selasa (4/8/2026).

Kegiatan  yang berlangsung di Hotel Bela Ternate  itu  membahas beberapa isu penting.  Pertama sinergitas tata kelola perikanan di daerah dan nasional.Kedua mengoptimalkan tata kelola Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi (bio-solar dan Pertalite) melalui sinkronisasi implementasi Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025 (aplikasi X-Star). Hal ini demi menjamin kemudahan akses, ketepatan volume kuota, serta kepastian pasokan langsung bagi nelayan skala kecil. Ketiga mendorong kepatuhan dan penegakan tata ruang laut terkait penataan rumpon guna memulihkan jalur migrasi alami tuna ke wilayah pesisir (di bawah 12 mil laut) serta melindungi kepentingan nelayan kecil terhadap perikanan tuna.

Dinas Perikanan Maluku Utara  diwakili Sekretaris Dinas Djunaidi Rais, S. Pi,. M. Pi. menyampaikan bahwa sebagai wilayah pelintasan ikan tuna, menjadikan hasil laut  menjadi bagian penting dalam menopang kehidupan keluarga nelayan di Malut.

“Kekayaan laut ini, bukan sekadar angka statistik di atas kertas melainkan urat nadi ekonomi penopang hidup dan puluhan ribu keluarga nelayan di daerah kita,” jelasnya.

Djunaidi  mengungkapkan, di tengah potensi perikanan Malut, kehadiran Komite Pengelolaan Bersama Perikanan (KPB P) Tuna menjadi penting karena sebagai  penghubung antara sektor perikanan dari hulu hingga hilir.

“(KPB P ) Tuna, hadir untuk merajut seluruh kekuatan sektor perikanan dari hulu hingga hilir,” tutur Djunaidi.

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe membuka acara ini  menyampaikan bahwa,  masyarakat pesisir khususnya nelayan tuna sangat bergantung pada komoditas ikan tuna. Hasil tangkapan para nelayan  merupakan penopang utama perekonomian masyarakat pesisir.

“Komoditas ikan tuna merupakan salah penopang utama perekonomian masyarakat pesisir,” jelas Sarbin.

Sarbin  juga mengungkapkan bahwa di tengah pontensi perikanan Malut yang banyak, masih terdapat tantangan bagi nelayan kecil yang masih bergantung pada cara tradisional.  Ini menyangkut keberlanjutan usaha para nelayan kecil yang bergantung pada manajemen logistik berupa bahan bakar minyak (BBM), dan kapasitas ruang tangkap di laut.

Keberlangsungan usaha mereka sangat ditentukan oleh integrasi dua faktor kunci yaitu efisiensi manajemen logistik di darat, kesediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, dan kapasitas ruang tangkap di laut,” katanya.

Dalam kegiatan ini hadir juga para pemangku kepentingan di lingkungan Dinas Perikanan Malut dan nelayan  dari berbagai kabupaten kota di Provinsi Maluku Utara. (mg1)

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Halmahera SelatanHeadline

FOSHAL Gerakkan  Kelompok  Perempuan Konservasi Mangrove di Kayoa

  Halmherapedia--  Pulau-pulau kecil dengan hutan mangrove yang dimilikinya, memiliki peran penting...

HeadlineSejarah dan Budaya

Warga Ake Gaale Laksanakan Ritual Sigofi Ake Sambut HUT Kemerdekaan  

Halmaherapedia---Warga Lingkungan Ake Gaale Kelurahan Sangaji  Kota Ternate Utara  yang    memiliki...

DaerahHeadline

DKP Malut Inisiasi Forum Penanganan Pelanggaran Sektor Perikanan dan Kelautan

Halmaherapedia--Untuk menyikapi tingginya pelanggaran di bidang  perikanan dan kelautan, Pemerinta  Provinsi  Maluku...

DaerahHeadline

Inflasi Tinggi karena Malut  Bergantung Pangan  dari Luar   

 Halmaherapedia—Rilis BPS pada Juni 2024, menunjukkan inflasi bulanan Malut  menyentuh angka 2,45...