Home Ekonomi Kota Ternate Paling Rawan Politisisasi SARA
EkonomiHeadline

Kota Ternate Paling Rawan Politisisasi SARA

Bagikan
Peluncuran kerawanan Pilkada oleh Bawaslu Maluku-Utara pada Jumat 23 Agustus 2024-malam foto M Ichi
Bagikan

Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pilkada  

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara  menggelar launching/peluncuran Indeks Kerawanan Pilkada di Maluku Utara pada Jumat (23/8/2024) malam. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari  hingga Sabtu (24/8/2024) itu dipusatkan di  meeting room hotel Muara Ternate dihadiri juga oleh Bawaslu kabupaten/kota, media dan organisasi wartawan serta OKP dan instansi terkait lainnya.

Dari peluncuran yang dilakukan, ada sejumlah daerah   memiliki kerawanan Pilkada tinggi, sedang dan rendah. Dari hasil kajian berdasarkan 3 dimensi dan 7 sub  dimensi menyimpulkan  ada 3 tingkat kerawanan yakni kerawanan tinggi, sedang dan rendah.

Tiga dimensi kerawanan itu masing-masing  dalam konteks social dan politik, penyelenggara pemilu dan kontestasi. Sementara  7 sub dimensi  dalam konteks social politik  menyangkut keamanan, otoritas penyelenggara pemilu  dan penyelenggara Negara. Yang berhubungan dengan penyelenggara pemilu   menyangkut hak memililih, pelaksanaan pemungutan suara dan ajudifikasi serta keberatan. Sementara 1 sub dimensi kontestasi adalah menyangkut kampanye calon. Dalam peluncuran ini, Bawaslu juga menyampaikan berbagai langkah antisipasi atas 7 sub dimensi kerawanan tersebut.

Koordinator Devisi Pencegahan  Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Malut, Rusly Saraha dalam pemaparannya menyampaikan bahwa dalam  peluncuran ini ada sejumlah daerah yang memiliki kerawanan  cukup serius dalam Pilkada. “Dari berbagai unsur  kerawanan  yang ada, Bawaslu kemudian menetapkan  peta kerawanan Pilkada 2024 dalam tiga ketegori. Yakni kerawanan tinggi, sedang dan rendah berdasarkan 3 isu besar dalam Pilkada,” katanya.

Dari pemetaan berdasarkan tiga isu besar itu  masing masing berhubungan dengan netralitas  ASN dan pemerintah desa,  isyu  penyalahgunaan wewenang, isyu politik uang, isyu pelanggaran administrasi dan prosedur, politisasi SARA,  serta isyu integritas dan profesionalitas penyelenggara.

Dari berbagai isyu tersebut sebaran kerawanan di kabupaten/kota se Maluku Utara  hamper semua ada.   Dari 6 isyu kerawanan,  Kota Ternate paling rawan dalam isyu politisasi  SARA. Bawaslu menetapkan politisasi SARA masuk memiliki kerawanan paling tinggi. Selain itu Ternate juga masuk kerawanan Pilkada untuk politik uang.

Untuk kerawanan politik uang di Kota Ternate masuk dalam kategori sedang. Bahkan dalam penyalahgunan wewenang juga masuk dalam kerwanan Pilkada di Kota Ternate meskipun masuk kategori rendah.

Terkait kerawanan Pilkada yang dihadapi, Bawaslau sudah memetakan juga langkah antisipasi. Misalnya menyangkut keamanan, kepada otoritas penyelenggara dan penyelenggara negara para pemilih  pelaksana pemungutan suara  ajudikasi dan keberatan  serta saat kampanye calon.  (aji/editor)

 

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
HeadlinePolmas

10 Calon  Anggota KI  Malut 2025 – 2029 Fit and Proper Test

Ternate— Seleksi Calon anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Maluku Utara  memasuki tahap...

DaerahHeadline

Pemuda Kao Persoalkan Mangkraknya  217 Rumah Tak Layak Huni

KAO— Pembangunan  217 unit rumah tematik di Desa Kao, Kecamatan Kao, Halmahera...

DaerahHeadline

Lahan Eks PT Darco di Sofifi  akan Diusulkan jadi PSN

Rencana Dibangun  Fasilitas Kodam Maluku Utara TERNATE–Lahan eks Hak Guna Bangunan (HGB)...

Headline

Pasar Digital Terbuka Bagi Pengusaha  Malut

Hamaherapedia.com--- Pengusaha  Maluku Utara yang bergerak di berbagai bidang usaha,sudah seharusnya memasuki...