Halmaherapedia— Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari daerah pemilihan kota Ternate dan Halmahera Barat, Iswanto ST, Rabu (13/5/2026) malam menggelar reses di Kelurahan Jati Kota Ternate Selatan. Reses ini adalah bagian dari tugas DPRD turun ke daerah pemilihan menyerap aspirasi masyarakat yang telah memilih mereka.
Lurah Jati Arafik Gapang saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa, resess adalah tugas dewan yang sangat penting dalam menampung dan mendengar aspirasi masyarakat.
“Sebagai masyarakat kita juga harus punya gagasan dan masukan dalam bentuk usulan program. Suara bapak ibu juga penting terutama apa fasilitas yang kurang di kelurahan Jati saat ini,”kata Arafik.
Dia lantas berharap aspirasi yang disampaikan oleh warga bisa diakomodir DPRD melalui pokok-pokok pikiran (POKIR) yang turun dalam bentuk program.
Sementara Iswanto dalam reses tersebut menyampaikan beberapa hal penting, dari tugas tugas DPRD hingga sumber pembiayaan dan pendapatan untuk pembangunan di darah ini.
Sebelumnya dia menyampaikan bahwa, kegiatan ini menjadi instrumen penting DPRD menyerap aspirasi. Menurutnya, program pemerintah lahir melalui Musrenbang. Selain itu ada juga aspirasi yang lahir reses yang dilakukan DPRD.

“Tugas kami di DPRD itu bicara anggaran, pengawasan dan legislasi. Jika diurutkan tugas itu ada beberapa hal besar yang harus dilakukan. Salah satunya menyerap aspirasi dengan tinjauan ke lapangan,” ujarnya di hadapan warga.
Dia turut menjabarkan tugas DPRD dalam memperjuangkan anggaran, mengawasi pemerintah serta mengawasi program tepat sasaran. Dia bilang banyak orang menganggap reses itu berulang jadi ada yang malas dan pesimis dengan keseriusan reses ini. Tetapi menurutnya itulah diatur oleh aturan. Jadi tetap dilaksanakan.
Kesempatan itu, dia juga jelaskan tentang tahapan pemerintah menyusun perencanaan pembangunan yang diawali dengan RPJMD yang menerjemahkan visi misi gubernur. Setelah itu membuat Rencana Kerja Rencana Strategis dan RKPD. Dari situ selanjutnya menjadi nomenkaltur yang muncul dalam bentuk kegiatan.
Dia jelaskan juga soal sumber pendapatan daerah melalui PAD yang hanya 20 persen lewat pajak masyarakat.

“Warga Maluku Utara menyumbang pendapatan daerah kurang lebih Rp900 miliar dari pajak kendaraan. Itu adalah kontribusi nyata dari masyarakat,” tambahnya. Sisanya berharap dana perimbangan dari pemerintah pusat mencapai 80 persen.
Terkait kondisi keuangan daerah, dari Rp2,31 Triliun yang ada di provinsi dilakukan pemotongan karena efesiensi. Hal ini berdampak bagi semua daerah termasuk di pemerintah kota Ternate. Kondisi tersebut membuat Pemda belum bisa mengakomodir semua program pembangunan.
“Tahun depan masih ada pengurangan lagi kurang lebih 200 miliar. Ini yang makin menyulitkan pemerintah daerah,” katanya.
Ditambahkan, tugas DPRD adalah memperjuangkan agar anggaran itu bisa dirasakan langsung oleh masyarakat termasuk masyarakat di kelurahan Jati . Jadi melalui kegiatan ini harapannya ada kontribusi memberi masukan.
Dalam reses itu, warga menyuarakan berbagai aspirasi. Mulai dari rumah tak layak huni hingga saluran dan jalan lingkungan.
Ada saluran di dekat hotel bela kurang lebih 100 meter, ada rumah tidak layak huni (RTLH) dan juga jembatan penghubhng menuju kuburan Jati.
Abd Karim Tukuboya salah satu tokoh masyarakat Jati meminta agar, berbagai masukan yang disampaikan tersebut bisa ada satu atau dua diakomodir dalam bentuk Pokir anggota DPRD.(aji)
Komentar