Halmahera Timur– Sebagai bentuk protes kepada pemerintah Kabupaten Halmahera Timur yang tak memperhatikan perbaikan infrastruktur jalan di desa mereka, masyarakat Desa Tutuling Jaya Wasile Timur Halmahera Timur melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak parah.
Aksi ini berlangsung pada Minggu (26/4/2026) malam. Warga tanam pisang tersebut di ruas jalan penghubung utama desa yang merupakan sarana utama akses masyarakat. Aksi ini juga sebagai protes karena jalan yang rusak parah itu sangat membahayakan pengendara. Tidak itu saja ikut menghambat aktivitas ekonomi warga.
“Rusaknya jalan di Desa Tutuling ini sudah berulang kali dikeluhkan bahkan sudah sering dilaporkan, tapi belum ada perbaikan hingga sekarang,” keluh Suprapto, warga Desa Tutuling Jaya, Senin (27/4)2026).
Lewat aksi protes ini, warga berharap ada perhatian dari pemerintah turun tangan memperbaiki jalan sebagai akses utama masyarakat.
Dia bilang, kerusakan jalan semakin hari semakin parah karena intensitas tinggi kendaraan bertonase berat melintas di wilayah tersebut. Selain itu, curah hujan tinggi juga mempercepat kerusakan jalan dan semakin menyulitkan masyarakat melintas.
Tanam pisang di tengah jalan menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang belum diperhatikan secara serius. Aksi ini juga dimaksudkan untuk menarik perhatian agar pemerintah segera merespons keluhan warga secara cepat.
Bagi warga setempat akses transportasi, ini memiliki peran penting terutama dalam menunjang distribusi hasil pertanian warga ke pasar. Kerusakan jalan menyebabkan biaya angkut meningkat dan waktu tempuh menjadi lebih lama.
Karena itulah percepatan perbaikan jalan sangat mendesak demi mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat antarwilayah. Infrastruktur yang layak menjadi kunci meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.(aji/edit)
Komentar