Home Daerah Ekonomi Malut Melambat, Serukan Diversifikasi Nontambang  
DaerahHeadline

Ekonomi Malut Melambat, Serukan Diversifikasi Nontambang  

Bagikan
Salah satu pemicu mulai melambatnya pertumbuhan ekonomi Maluku Utara adalah daya rusak tambang yang menyebabkan lingkungan rusak parah, foto Olis
Bagikan

Halmaherapedia–  Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang meroket dalam beberapa tahun ini  mulai menghadapi tekanan. Terjadi perlambatan pertumbuhan  yang membutuhkan adanya diversifikasi  di sektor nontambang secara massive.

“Kita ambil  langkah  ini  guna mengatasi kerentanan struktural ekonomi daerah yang selama  bergantung pada industri pengerukan bumi,” kata Skretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Drs. Samsuddin A. Kadir  saat mewakili Gubernur membuka Kie Raha Economic Forum di Aula Maitara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malut, Rabu (20/5).

Dia bilang, perlambatan ini menjadi sirine  pada semua pihak bahwa  sangat rentan struktural ekonomi daerah. Selama ini  hampir sepenuhnya bergantung pada sektor industri pengolahan dan pertambangan yang menyumbang hampir 63 persen  total PDRB Maluku Utara.

“Data makroekonomi, Maluku Utara mencatat pertumbuhan kumulatif  fantastis sebesar 34,17 persen pada  2025,” tambahnya.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita melesat hingga Rp97,26 juta. Namun, memasuki triwulan I  2026, laju pertumbuhan ekonomi daerah mengalami deselerasi (perlambatan)   signifikan menjadi 19,64 persen  year-on-year (yoy).

Pemicu deselerasinya  meliputi, Pemangkasan Kuota Tambang yakni pemotongan target kuota Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) Minerba 2026 sebesar 31 persen. Selain itu ada juga  Moratorium Smelter: Yakni  pemberlakuan moratorium investasi smelter kelas dua melalui PP Nomor 28 Tahun 2025 yang menahan laju penanaman modal asing. Begitu juga yang sangat dirasakan Maluku Utara saat ini Faktor Lingkungan: Terjadinya degradasi sumber daya alam, energi, lingkungan, serta ketahanan pangan.

Perikanan dan Pariwisarta salah satu yang erlu turut didorong seperti Festival Nyao Fufu di Kelurahan Dufa-Dufa Kampung Nelayan di Ternate, Maluku Utara, Senin (6/10/2025). Selain mendorong isyu perikanan tetapi juga pariwisara dengan pengasapan ikan sebanyak 6,62 ton FOTO/Andi S .

Sementara  sektor penopang hidup masyarakat luas seperti pertanian, kehutanan (green economy), dan perikanan (blue economy) baru tumbuh di angka 4,24 persen (yoy) pada triwulan I 2026. Angka  ini tertinggal jauh dari  dominasi sektor industri tambang.

“Untuk melahirkan mesin pertumbuhan ekonomi yang baru dan lebih berkelanjutan, Pemprov mendorong percepatan investasi pada tiga sektor potensial,” jelas Samsudin.

Tiga sector potensial itu   adalah Manufaktur dan Teknologi, yakni mengembangkan industri hilirisasi berbasis nontambang. Sektor Pertanian dan Pariwisata dengan  mengoptimalkan kekayaan lanskap alam dan kebudayaan daerah. Layanan Keuangan dan Pemberdayaan UMKM. Caranya,  memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil agar produk lokal mampu berdaya saing dan menjadi oleh-oleh khas bagi wisatawan.

Salah satu yang perlu gencar didorong juga yakni berkaitan dengan luas wilayah perairan Maluku Utara yang mencapai 70 persen. Implementasinya Ekonomi Biru (blue economy). Dia  menjadi kunci.

“Pilar transformasi yang ditekankan adalah modernisasi armada nelayan local,” katanya.

Yakni dengan menyediakan  kapal berukuran 5 hingga 20 GT agar mereka dapat mengakses BBM bersubsidi sekaligus menjaga kedaulatan zona tangkap lokal.

Dalam forum bertema “Akselerasi Investasi Daerah: Mendorong Sektor Non-Tambang sebagai Mesin Pertumbuhan Baru Maluku Utara itu, menghadirkan tiga narasumber ahli, yaitu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Handi Susila, Chief Economist BCA David E. Sumual, dan Perencana Ahli Utama Kementerian PPN/Bappenas RI Sumedi Andono Mulyo.(aji/edit)

 

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Halmahera SelatanHeadlineKota Tidore

Program Pendanaan GEF-7 Crop Bio Kementan Sasar Cengkih Pala 

Sasarannya  di  Tidore Kepulauan dan Halmahera Selatan   Halmaherapedia-- Proyek Global Environment Facilities (GEF)-7...

HeadlineMenyapa Nusantara

Laporan Indonesia peringkat pertama dunia dalam transparansi perpajakan

Indonesia menempati peringkat pertama dalam pelaporan insentif perpajakan berdasarkan laporan Global Tax...

HeadlineMenyapa Nusantara

Peta sekolah dan keadilan kota

Surabaya, 20/5 (ANTARA) - Deretan kursi plastik mulai ditata di sejumlah sekolah...