Home Daerah PAD Malut 2025 Capai 103,54 Persen, Tapi Masalah Masih Mengadang  
DaerahHeadline

PAD Malut 2025 Capai 103,54 Persen, Tapi Masalah Masih Mengadang  

Bagikan
Wagub Malut saat menyampaikan Pertanggunjawaban pelaksanaan APBD tahun 2025,foto HUMAS Provinsi
Bagikan

Halmaherapedia—Pendapatan daerah Maluku Utara pada tahun 2025,mengalami kenaikan cukup signifikan.

Pendapatan daerah yang dianggarkan Rp3,505 triliun, terealisasi Rp3,629 triliun atau 103,54%. Dari pendapatan yang diraih sepanjang satu tahun itu dirinci  sebagai berikut:

Untuk  PAD dari  target Rp1,148 triliun, terealisasi sebesar Rp1,212 triliun atau naik 105,59%.

Untuk Transfer ke daerah dari  target Rp2,337 triliun, terealisasi Rp2,395 triliun atau 102,48%.

Sementara  lain-lain pendapatan dari target Rp19,429 miliar, realisasi Rp21,376 miiliar atau 110,02%.

Dari angka angka capaian pendapatan tersebut, menggambarkan kinerja keuangan daerah cukup signifikan.  

Paparan kenaikan pendapatan daerah ini disampaikan Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe saat  menyampaikan penjelasan  atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Maluku Utara   Senin siang (6/7) siang.

Wagub memberi apresiasi kepada DPRD atas kesempatan yang diberikan kepada pemerintah provinsi untuk menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD sebagai wujud akuntabilitas kepada masyarakat.

Ranperda ini memuat Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2025 yang telah disusun sesuai   Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual dan telah diaudit oleh BPK.

Laporan  itu meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Perubahan SAL, Laporan Arus Kas, serta Catatan atas Laporan Keuangan.

Tahun 2025 menjadi momentum Pemprov menjaga stabilitas fiskal di tengah tantangan sebagai daerah kepulauan.

Sementara itu, belanja daerah dianggarkan Rp3,481 triliun, terealisasi Rp3,259 triliun atau 93,65%. Realisasi ini mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara percepatan program pembangunan dan prinsip kehati-hatian.

Adapun penerimaan pembiayaan terealisasi Rp37,870 miliar atau 112,59% dan pengeluaran pembiayaan terealisasi Rp58,203 miiliar atau 99,97%. Dengan demikian, SILPA Tahun 2025 tercatat Rp349,437 miiliar untuk mendukung kesinambungan pembiayaan pembangunan tahun berikutnya.

“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah, dukungan DPRD, serta kepercayaan masyarakat. Ini bukan tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik,” ujar  Wagub.

Dia  juga menyampaikan bahwa tantangan pembangunan masih besar, terutama dalam peningkatan konektivitas wilayah,kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi lokal, dan pemerataan pembangunan.

Wagub lantas berharap Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dapat dibahas secara konstruktif bersama DPRD Provinsi Maluku Utara sehingga memperoleh persetujuan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

 

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
EkonomiHeadline

Ekonomi Biru Bukan Memindahkan Ekstraksi dari Darat ke Laut

Halmaherapedia--- Pernyataan Pemerintah Provinsi Maluku Utara bahwa daerah ini tidak   terus bergantung...

EkonomiHeadline

Saatnya Kelola Sektor Perikanan, Tak Bisa Bergantung ke Industri Ekstraktif

Halmaherapedia- Pengembangan ekonomi biru melalui optimalisasi sektor perikanan menjadi strategi utama pemerintah...

DaerahHeadline

Muslimat NU Edukasi Gizi untuk Percepatan Penurunan Stunting di Malut

Halmaherapedia--Stunting atau gangguan pertumbuhan  anak, masih  jadi tantangan kesehatan masyarakat di Maluku...

DaerahHeadline

Paskibraka Provinsi Malut Dikukuhkan  

 Halmaherapedia--Sebanyak 32 putra-putri personil Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) dari seluruh wilayah...