Home Daerah Wagub: Perlu Pegang 3 Pilar Utama Berbahasa
DaerahHeadline

Wagub: Perlu Pegang 3 Pilar Utama Berbahasa

Bagikan
Wagub Sarbin Sehe saat menyampaikan sambutan dalam acara malam puncak duta bahasa,foto Humas
Bagikan

Halmaherapedia–Generasi muda Maluku Utara harus memegang teguh tiga pilar utama dalam urusan bahasa. Pilar pertama mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, kedua, melestarikan bahasa daerah sebagai akar kebudayaan, dan menguasai bahasa asing sebagai alat komunikasi global

Hal ini disampaikan  Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe saat membuka kegiatan  malam puncak ajang Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Maluk Utara Sabtu malam (27/6/2026).

Sebelum masuk malam puncak,  sepuluh finalis terbaik telah mengikuti rangkaian santiaji atau pembekalan intensif selama dua hari pada 25–26 Juni 2026. Dalam karantina  itu  para peserta digembleng dengan materi kepemimpinan, wawasan kebahasaan, kesastraan, serta teknik kehumasan.

Rangkaian kegiatan tahun ini  makin meneguhkan posisi Duta Bahasa sebagai motor penggerak literasi daerah. Melalui sistem penilaian krida kebahasaan yang ketat, keterampilan wicara publik (public speaking), penulisan artikel populer, hingga pembuatan konten digital kreatif, para finalis dibentuk menjadi sosok yang tidak hanya fasih berbahasa, tetapi juga tangkas memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

Aksi nyata inilah yang diharapkan dapat mempercepat penguatan jati diri bahasa Indonesia sekaligus membentengi bahasa-bahasa lokal di Maluku Utara agar tidak tergerus zaman.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam membina generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjadikan bahasa sebagai perekat persatuan serta sarana membangun peradaban bangsa,”ujar Wagub.

Menurutnya,  ini bukan sekadar kompetisi unjuk bakat tahunan biasa. Ajang ini merupakan wadah inkubasi strategis  melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, serta penguatan sastra sebagai pilar identitas dan jati diri bangsa.

Dia bilang, selama hampir dua dekade  program Duta Bahasa telah melahirkan ribuan generasi muda yang menjadi garda terdepan pemartabatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa ibu (daerah), serta penguatan citra bahasa nasional di kancah internasional.

“Program ini mengedepankan pembinaan berkelanjutan, di mana para alumni terbukti aktif memimpin berbagai komunitas literasi, membangun gerakan pelindungan bahasa daerah dari kepunahan, hingga menginisiasi kampanye digital positif,”katanya.

Selain  sebagai agen perubahan (agent of change),  Duta Bahasa memikul tanggung jawab moral yang besar dalam menumbuhkan rasa bangga berbahasa Indonesia, merawat eksistensi bahasa daerah, serta mendongkrak indeks literasi di tengah kehidupan masyarakat modern.

“Saya berharap agar para finalis mampu menjadi proyeksi teladan bagi seluruh generasi muda di bumi Moloku Kie Raha dalam mengamalkan semangat Trigatra Bangun Bahasa,”harapnya.(aji)

 

 

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
HeadlineKepulauan Sula

Sagu Ikan dan Halua Kenari Kepsul Diusulkan jadi Merek Kolektif

Halmaherapedia– Produk sagu ikan dari Desa Modapuhi Trans, dan halua kenari dari...

HeadlineMorotai

Pemprov Beri Dukungan untuk Mahasiswa KKN dari UGM

Halmaherapedia—Mahasiswa  Unversitas Gajah Mada Jogjakarta menggelar Kuliah Kerja Nyata- Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat...

Halmahera TimurHeadline

Wasile dan Air yang Tak Lagi Sama

Penulis Asmar Hi. Daud Mahasiswa Program Doktoral Fakultas Perikanan Universitas Sam Ratulangi...

HeadlineNawala

PKM  Dosen dan Mahasiswa FIB Unkhair, Buat Spray Antinyamuk dari Pala

Halmaherapedia-- Dosen bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB Unkhair) dalam...