Home Daerah Halmahera Selatan Lelei, Desa Wisata yang Tak Punya Listrik, Minta Gubernur Bantu Atasi Masalah Ini
Halmahera SelatanHeadline

Lelei, Desa Wisata yang Tak Punya Listrik, Minta Gubernur Bantu Atasi Masalah Ini

Bagikan
Mesin Genzet Desa Lelei yang Rusak,foto M Ichi
Bagikan

Halmahera Selatan— Desa Lelei Kecamatan Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara, adalah salah satu desa wisata. Sejak beberapa waktu lalu desa  di Pulau Lelei  atau berada di gugusan kepulauan Gura Ici ini, digenjot pembangunan berbagai infrastruktur pariwisata. Kala itu, mantan Gubernur Thaib Armaiyn yang memimpin Maluku Utara selama dua periode membangun berbagai sarana di pulau cantik tersebut.

Sayangnya, hamper 12 tahun setelah dibangun Lelei seakan tidak terurus. Berbagai sarana pariwisata itu  telah mengalami kerusakan bahkan tak terurus. Sementara  penerangan listrik berkapasitas besar saja tidak dimiliki. Warga mengandalkan mesin desa  berkapasitas total 80 kilo watt namun dalam 4 bulan terakhir telah mengalami kerusakan dan belum diperbaiki. Kondisi ini membuat desa Lelei  pada malam hari gelap.

Kondisi kawasan wisata Desa Lelei Kayoa Halsel,foto Mici

Warga lantas mengandalkan penerangan  dari mesin genzet yang dibeli masing- masing orang. Karena itu juga  penerangan listrik hanya bisa dinyalakan paling lama 6 jam antara pukul 18.00 hingga pukul 23.00 atau 24.00 WIT.

“Kita tidak bisa menyediakan BBM pribadi tiap malam sampai 12 jam. Akhirnya lampu kita hanya bisa nyalakan 6 jam, setelah itu dipadamkan,” keluh Abdul Fatah warga Lelei yang ditemui pertengahan April lalu di Lelei..

Dia bilang, awalnya ada mesin genzet berkapasitas 60 kilowatt  hanya saja mengalami korsleting dan rusak. Setelah itu diganti  mesin berkapasitas 20 kilowatt,  hanya saja tak mampu melayani penggunaan listrik  masyarakat Lelei yang terdiri dari dua kampong. Akhirnya   mesin jebol atau meledak,” jelas Abdul Fatah.

Akibat rusaknya dua mesin yang total berkapasitas 80 kilowatt itu rusak membuat desa ini gelap pada malam hari.  Kondisi sangat terasa itu saat puasa Ramadhan lalu. Warga kesulitan karena listrik yang tidak memadai membuat aktivitas shalat dan sahur juga menjadi terganggu  karena tidak ada listrik.

Suasana sore di Pantai Desa Lelei Kecamatan Kayoa Halmahera Selatan, foto Mici

Abdul Fatah mengakui desa ini belum memiliki listrik dari PLN, padahal di desa lain seperti di Talimau sudah ada listrik dari PLN.

Karena kondisi ini Abdul Fatah lantas meminta bantuan ada perhatian dari Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda untuk bisa memperhatikan penerangan warga Lelei saat ini. Apalagi kata Abdul Fatah saat Pilgub kemarin, Sherly menjadi pemenang mutlak di desa Lelei.

Torang (kami,red)  minta Ibu Gubernur bisa menyuarakan ke PLN atau  membantu kami mesin genzet berkapasitas besar agar desa kami bisa memiliki penerangan yang layak,” pinta Abdul Fatah.(aji)

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DaerahHeadline

Dorong Desa  Punya Kemandirian Berbasis Ilmu Pengetahuan

Halmaherapedia-- Jarak antara inovasi hasil riset dengan kebutuhan riil masyarakat desa harus...

DaerahHeadline

Pemprov – BPJS Kesehatan Bersinergi Perbaiki Layanan  

Halmaherapedia--  Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Program JKN Tahun 2026 dilaksanakan  di Kota...

DaerahHeadline

BLUD Kawasan Konservasi Perairan Segera Terbentuk

Diharapkan Bisa Ikut Tingkatkan PAD Halmaherapedia—  Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Lingkup...

HeadlineKota Ternate

SMA Alkhairaat Ternate Buka SPMB dalam Dua Gelombang

  Halmaherapedia—Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 dimulai.Sekolah yang ada...