Home Daerah BMKG: Peringatan Dini Cuaca Buruk, Ada Potensi Bencana
DaerahHeadline

BMKG: Peringatan Dini Cuaca Buruk, Ada Potensi Bencana

Bagikan
Bagikan

Halmaherapedia– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II  Sultan Babullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk di 10 Kabupaten/Kota Maluku Utara (Malut). Cuaca buruk ini akan terjadi selama tiga hari kedepan mulai 3 sampai 5 Januari mendatang dan berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi di 10 daerah Malut.

Petugas Prakirawan BMKG Ternate Muhamad Dzikri Abdul Fattah mengatakan, potensi cuaca buruk akan terjadi di 10 daerah Malut selama tiga hari kedepan, dengan curah hujan sedang hingga lebat.  Daerah yang terjadi hujan  dengan potensi cuaca buruk itu  meliputi Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Barat (Halbar), Halmahera Utara (Halut), Morotai, Halmahera Timur (Haltim), Halmahera Tengah (Halteng), Halmahera Selatan (Halsel), Kepulauan Sula (Kepsul), dan Pulau Taliabu. “Kondisi cuaca buruk ini akibat adanya  gangguan sirkulasi  udara yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan. Selain itu  adanya fenomena bulan purnama yang menyebabkan cuaca buruk di Malut,” jelasnya, saat dihubungi Halmaherapedia,  Kamis (1/1/2026).

Ia mengaku semua daerah Malut memiliki potensi cuaca buruk yang sama. Dimana curah hujan dengan intensitas sedang sampai dengan lebat akan terjadi pada sore hingga malam hari. “Curah hujan yang tinggi selama tiga hari kedepan, dapat berpotensi terjadinya banjir bandang,  longsor dan lainnya “tuturnya.

Ia menyampaikan, ketinggian di semua daerah Malut juga mencapai 2 meter dengan kecepatan angin 30 kilometer per jam.  Dimana kecepatan angin ini berpotensi semakin meningkatkan ketinggian gelombang di semua perairan Malut.  Tak hanya itu ada potensi banjir rob terjadi di semua pesisir Malut. “Karena itu nelayan, dan para warga yang bepergian ke luar daerah harus tetap waspada. Sebab berpotensi terjadinya laka laut dan banjir rob,” tukasnya.

Ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) waspada potensi bencana Hidrometeorologi, dan masyarakat yang berada di bantaran sungai  maupun  tebing waspada dengan potensi  bencana yang terjadi ditengah kondisi cuaca yang buruk. “Warga dan Pemda harus waspada. Tetap pantau prakiraan cuaca terkini di awal tahun 2026 ini,” pungkasnya.

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DaerahHeadline

Jelang Iduladha 1447 H, Hewan Kurban Diawasi Ketat

Halmaherapedia— Badan Karantina Indonesia (Barantin) di seluruh wilayah Indonesia lakukan perlindungan maksimal...

Halmahera SelatanHeadlineKota Tidore

Program Pendanaan GEF-7 Crop Bio Kementan Sasar Cengkih Pala 

Sasarannya  di  Tidore Kepulauan dan Halmahera Selatan   Halmaherapedia-- Proyek Global Environment Facilities (GEF)-7...

DaerahHeadline

Ekonomi Malut Melambat, Serukan Diversifikasi Nontambang  

Halmaherapedia--  Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang meroket dalam beberapa tahun ini  mulai...