Home Daerah Jelang Iduladha 1447 H, Hewan Kurban Diawasi Ketat
DaerahHeadline

Jelang Iduladha 1447 H, Hewan Kurban Diawasi Ketat

Bagikan
Petugas memeriksa mulut hewan ternak yang akan dikurbankan, foto Barantin
Bagikan

Halmaherapedia— Badan Karantina Indonesia (Barantin) di seluruh wilayah Indonesia lakukan perlindungan maksimal dan optimal dalam pelayanan jelang Idul Adha 1447 H.  Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Maluku Utara, ikut  perkuat pengawasan kesehatan hewan.

Bersama Dinas Pertanian Kota Ternate, dilaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap 113 ekor hewan kurban berupa sapi dan kambing di Kelurahan Tubo dan Kelurahan Tarau, Kecamatan Ternate Utara, Kamis (21/5).

Kegiatan ini sebagai langkah pengawasan dan deteksi dini  lalu lintas hewan kurban guna memastikan ternak yang beredar dalam kondisi sehat, aman, dan layak untuk dikurbankan.

Kepala Karantina Maluku Utara, Sugeng Prayogo, dalam rilis resminya kepada media menjelaskan,  pengawasan hewan kurban merupakan langkah strategis untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah penyebaran penyakit hewan.

“Pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban harus dilakukan secara optimal melalui sinergi lintas sektoral guna memastikan hewan yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat, aman, dan layak untuk dikurbankan,”kata Sugeng.

Dia bilang momentum Iduladha selalu diiringi   meningkatnya lalu lintas ternak antarwilayah. Karena itu harus terus diperkuat kesiapsiagaan dan deteksi dini terhadap potensi penyebaran penyakit hewan.

Pengawasan  dilaksanakan melalui tindakan karantina berupa pemeriksaan fisik hewan kurban dan monitoring kesehatan ternak bersama Dinas Pertanian Kota Ternate yang membidangi peternakan.

Kegiatan juga mengacu pada Keputusan Kepala Badan Karantina Indonesia Nomor 2071 Tahun 2026 tentang Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Kurban Menjelang Iduladha 1447 H.

Ketua Tim Karantina Hewan Karantina Maluku Utara, Alma Salim Religa  menjelaskan bahwa, pemeriksaan  dilakukan secara menyeluruh terhadap kondisi fisik hewan kurban guna memastikan kesehatan dan kelayakannya.

“Tujuannya  memastikan hewan dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit terutama penyakit zoonosis, tidak cacat, dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban,”kata Alma.

Pemeriksaan fisik  mulai dari pengamatan nafsu makan, feses, cara berdiri, hingga pemeriksaan selaput mata, hidung, dan mulut hewan.(aji/rilis)

 

 

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Halmahera SelatanHeadlineKota Tidore

Program Pendanaan GEF-7 Crop Bio Kementan Sasar Cengkih Pala 

Sasarannya  di  Tidore Kepulauan dan Halmahera Selatan   Halmaherapedia-- Proyek Global Environment Facilities (GEF)-7...

DaerahHeadline

Ekonomi Malut Melambat, Serukan Diversifikasi Nontambang  

Halmaherapedia--  Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang meroket dalam beberapa tahun ini  mulai...

HeadlineMenyapa Nusantara

Laporan Indonesia peringkat pertama dunia dalam transparansi perpajakan

Indonesia menempati peringkat pertama dalam pelaporan insentif perpajakan berdasarkan laporan Global Tax...