Tragedi Ruas Jalan Payahe-Dehepodo-Saketa

Halmaherapedia— Ruas jalan darat yang menghubungkan Ibukota Provinsi Maluku Utara di Sofifi ke bagian selatan pulau Halmahera   tak kunjung tuntas. Jalan   dari  Payahe Dehepodo-Saketa itu  sudah  tak terhitung  berapa kali disuarakan. Kondisi jalan paling parah terlihat di ruas jalan dari Deheopodo Oba selatan Kota Tidore Kepulauan  menuju  perbatasan Halmahera Selatan  dari Desa Batulak hingga k Desa Samo di Gane Barat Utara.

Sisi lain sebagian jalan di Oba Selatan.foto dJAMAN Maluku Utara, diambil Agustus 2024

Jalan ini sudah kurang lebih 30 tahun kondisinya tetap sama.  Masyarakat hingga kini masih menanti entah kapan jalan ini bisa selesai dibangun. Bahtiar Ibrahim warga Batulak Halmahera Selatan misalnya, menyampaikan bahwa membangun ruas jalan provinsi ini mesti ada niat baik pemerintah Provinsi.  Sepertinya  niat baik memperbaiki jalan ini belum sepenuhnya. Buktinya sudah berulangkali jalan ini dikerjakan tetapi seperti air menetes.

Hanya titik titik tertentu dikerjakan, Setelah itu datang lagi dikerjakan satu titik.  Sehingga ketika jalan tersambung semua sudah rusak . “Sebagai warga  prihatin dengan kondisi  jalan ini.   Menjadi kebutuhan utama masyarakat, akses antar kampung hingga ke ibukota provinsi,  maka  mesti  diperhatikan serius. Sudah tiga gubernur berlalu, jalan ini tetap saja tak bisa dilalui dalam  kondisi baik,” keluhnya.

Kondisi saat ini semakin miris, setelah ada  jembatan penghubung  yang berada di Desa Sigela Yehu  Tidore Kepulauan ambruk  Jumat (8/8/2025).  menyebabkan akses warga  putus.

Pemerintah Provinsi sendiri menyampaikan telah merespon kejadian ini. Namun demikian masyarakat sangat butuh ada alternatif jembatan darurat agar akses bisa terbuka.  Dikutip dari laporan RRI.co.id  Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda,  mengaku sudah menurunkan  tim  terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  ke lokasi dan melakukan identifikasi awal.

“Mereka sudah ada di lokasi akukan asesmen kerusakan,” kata   Gubernur Sherly Jumat kemarin. Nanti melalui identifikasi itu  dirumuskan langkah penanganannya  secara menyeluruh. Karena berhubungan dengan  akses masyarakat,  penanganan darurat segera dilakukan dengan membuka akses sementara.

“Kita pastikan dulu masyarakat tetap bisa melintas menggunakan jalur sementara, sambil menunggu proses perbaikan jembatan yang rusak,” kata Gubernur.

Senada soal ini,  Plt. Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar mengaku sudah turun ke lokasi  dan sedang membangun jembatan darurat sebagai solusi cepat  membuka akses.(aji/rri.co.id)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *