Halmaherapedia—Para pekerja di kawasan pelabuhan baik yang bekerja untuk aktivitas bongkar muat, maupun para Anak Buah Kapal (ABK) sangat rentan terserang penyakit menular. Terutama misalnya Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV dan TB. Karena masalah ini Balai Kesehatan Karantina (BKK) Kelas I Ternate memperkuat pengawasan terhadap penyebaran penyakit menular di wilayah pelabuhan.
Terkait hal itu pada 17 hingga 25 Juli 2025 BKK Kelas I Ternate melaksanakan kegiatan skrining Tuberkulosis (TB) serta pemeriksaan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) di enam wilayah kerja. Kegiatan menyasar Anak Buah Kapal (ABK) dan masyarakat pelabuhan sebagai kelompok berisiko tinggi terhadap penularan penyakit menular.
Kegiatan pengawasan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara BKK Ternate dengan Dinas Kesehatan setempat. Pemeriksaan dilakukan di enam wilayah kerja BKK Ternate, yakni Wilayah Kerja Bacan, Jailolo, Buli, Morotai, Tobelo, dan Sanana. Dalam kegiatan ini turut bekerja sama dengan Puskesmas terdekat di masing-masing wilayah.
Dari screening yang dilakukan tercatat sebanyak 336 orang mengikuti skrining TB, dan 74 orang menjalani pemeriksaan HIV/AIDS dan IMS. Hasilnya, satu orang terdeteksi positif HIV dan dua orang positif sifilis. Pemeriksaan yang dilakukan menggunakan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), ditemukan ada peserta dengan hasil reaktif. Mereka itu langsung diberikan edukasi, konseling, serta dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan terdekat.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Kerja IV BKK Ternate, dr. Djohra Amalia, yang juga turun langsung ke wilayah Wilker Jailolo. sementara distribusi petugas dilakukan secara merata, masing-masing wilayah diawasi oleh satu petugas utama BKK dan didukung dua petugas wilayah serta satu tenaga kesehatan dari Puskesmas.
Tim yang terlibat antara lain: Trisno di Wilker Bacan, Dasri Saleh di Wilker Buli, Sartika Adref di Wilker Morotai, Fakhriah di Wilker Tobelo, dan Annisa Istaquina di Wilker Sanana.
“Tujuan kegiatan ini tidak hanya untuk melakukan deteksi dini terhadap kasus TB, HIV/AIDS, dan IMS di wilayah pelabuhan sebagai pintu masuk negara, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko penyakit menular, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendorong penguatan jejaring pengawasan kesehatan di wilayah kerja BKK Ternate, khususnya di Provinsi Maluku Utara,”jelas dr Johra Amalia dari tim kerja IV melalui rilis resminya.
Melalui kegiatan ini juga katanya, BKK Ternate menegaskan komitmennya dalam menjaga wilayah pelabuhan tetap aman dari ancaman penyakit menular. Dia bilang, kolaborasi lintas sektor bersama Puskesmas dan Dinas Kesehatan menjadi kunci dalam memastikan respon cepat dan tepat terhadap temuan kasus. Upaya ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat yang menyeluruh.(Aji/rilis BKK Ternate)











