Ternate –Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah calon (JCH) terus dilakukan. Salah satunya dengan memberikan tambahan biaya hidup (living cost) kepada para jamaah yang berangkat haji.
Gubernur Sherly Laos saat menghadiri dan melepas para JCH Maluku Utara yang berjumlah 768 JCH itu se turut mengumumkan tambahan biaya hidup sebesar Rp1,152 miliar. Tambahan biaya hidup ini sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah dalam kelancaran ibadah haji tahun ini.
“Kita berharap tambahan ini dapat membantu meringankan kebutuhan jamaah selama menjalankan ibadah haji,” ujar Gubernur Sherly Tjoanda Laos di sela pelepasan JCH Kloter 13 di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Kesempatan itu dia ikut berpesan kepada para JCH agar menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji.Dia bilang perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Bapak ibu pendamping jamaah agar mendampingi para jamaah dengan baik . Ini bukan perjalanan biasa.Perjalanan batin menuju kedekatan dengan Tuhan,” ujarnya.
Dia lantas mengajak semua pihak bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Momen keberangkatan haji ini merupakan kesempatan berharga memperkuat hubungan spiritual dan menemukan makna kedekatan dengan Sang Pencipta.
“Pak Wakil gubernur punya pengalaman empat tahun di Kanwil Kementerian Agama, sehingga sangat memahami prosedur penyelenggaraan haji. Tiap tahun kami memastikan seluruh jamaah mendapatkan pelayanan terbaik hingga tiba di Makassar,” katanya.
Ia menambahkan kehadirannya di Asrama Haji Makassar tahun ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh fasilitas bagi jamaah, dari pemeriksaan kesehatan, akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesiapan teknis lainnya.(aji/edit)
Komentar