TERNATE– Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mantra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun memperoleh pendanaan dari Bantuan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) 2026. FPK merupakan hibah dari pemerintah yang diberikan kepada perorangan maupun kelompok untuk mendukung berbagai kegiatan kebudayaan. Pendaftaran FPK berlangsung pada Februari hingga Maret 2026 lalu. Sementara besaran dana yang disediakan Rp20 juta untuk individu atau kelompok, dan Rp30 juta untuk komunitas yang menjalankan kegiatan di bidang kebudayaan.
Untuk kegiatan yang digarap oleh LPM Mantradalam upaya pemajuan kebudayaan ini akan dilaksanakan di Desa Talaga, Kecamatan Ibu Selatan, Halmahera Barat. Rencana ada bebrapa dokumentasi karya budaya. Dalam bentuk majalah dan dokumenter audiovisual tentang dudengo dari Guku Gamkonora.
Ketua LPM Mantra Agung yang juga sebagai ketua tim pelaksana menjelaskan bahwa, tradisi dodengo dipilih sebagai objek pemajuan kebudayaan karena pernah mengalami kepunahan. Berkat upaya masyarakat setempat, tradisi ini akhirnya dapat dihidupkan kembali.
“Pernah hilang, tidak digunakan, hampir punah kemudian ada inisiatif dihidupkan kembali,” jelasnya pada Kamis (30/04/2026).
Agung mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mendokumentasikan budaya, tetapi juga untuk melestarikan lebih jauh melalui kolaborasi. Majalah yang dihasilkan nantinya diharapkan menjadi sumber informasi mengenai tradisi dodengo.
“Ingin membangun kolaborasi dengan masyarakat di sana, kita hadirkan satu ide berupa inovasi kreatif yang dapat mendokumentasi dodengo dengan baik agar pelestariannya dapat berlanjut ke generasi berikutnya.Dia menjadi penyedia akses informasi lengkap dodengo,” ungkapnya.
Ia berharap mahasiswa turut serta dalam upaya melestarikan kebudayaan Maluku Utara yang saat ini menghadapi ancaman kepunahan.
“Kami berharap lebih banyak kawan kawan muda, terkhususnya mahasiswa bisa terlibat sama sama memajukan kebudayaan Maluku Utara,”pungkasnya.
Untuk tim pelaksana kegiatan ini adalah: Agung, Putri Mahani Sarif, Nursitna Farli, Ridwan Saban, Fahmi N. Bayan, Aulia Ikhsanita, Tamhir M. Tamrin, dan Anike Muslimah.(mg1)
Komentar