Halmaherapedia– Himpunan Pelajar Mahasiswa Dolik (HPMD) bersama Formasicomity menggelar nonton bareng (nobar) filem dokumenter “Pesta Babi” yang dilaksanakan di asrama Mahasiswa Dolik, Kelurahan Gambesi, Ternate Selatan pada Jumat, (15/5/2026). Selain nobar, kegiatan ini juga didiisi dengan diskusi untuk melihat sudut pandang dari masing-masing penonton terkait filem Pesta Babi.
Riski, salah satu peserta nobar, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pandangannya terkait dokumenter Perta Babi bahwa untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui swasembada pangan, adalah tindakan yang tidak memahami apa yang dibutuhkan masyarakat Papua
“Masyarakat Papua bisa mendefinisikan terkait kesejahteraan mereka sendiri itu,” jelasnya.
Pria yang sering disapa Iki ini juga menekankan bahwa, dari dokumenter Pesta Babi, diperlihatkan kesejahteraan masyarakat Papua gagal dipahami pemerintah Indonesia.Kesejahteraan menurut mereka dianggap oleh Pemerintah adalah suatu kemundururan yang harus diperbaiki.
“Bagi negara kesejahteraan dalam prespektif masyarakat Papua itu suatu kemundururan,” tegas Iki.
Koordinator Formasicomity, Rusly, saat di konfirmasi Halmaherapedia menyampaikan rasa puasnya karena sepanjang kegiatan berlangsung tidak terjadi tindakan pembubaran oleh pihak keamanan seperti dua kejadian sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan nobar ini juga merupakan bagian dari keresahan teman-teman di organisasi Formasi.
“Ini keresahan dari beberapa kawan dari Formasi. Mereka penasaran dengan filem yang sempat dihentikan pemutarannya di kawasan Benteng Oranye . Hal itu jadi polemik dalam forum kami,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, pembubaran nobar beberapa kali oleh pihak keamanan, membuat mereka kecewa. Tapi hal itulah yang membuat semakin penasaran dengan filem Pesta Babi yang banyak dibicarakan.
“Senang karena akhirnya berhasil lakukan nobar secara tertutup. Kekecewaan tidak membuat kami berhenti kami tamba penasaran dalam menggali informasi soal ini ,” pungkasnya.
Komentar