Home Menyapa Nusantara Infografis: 11 Proyek Hilirisasi Diluncurkan di Maluku Utara, Investasi Rp180 Triliun
Menyapa Nusantara

Infografis: 11 Proyek Hilirisasi Diluncurkan di Maluku Utara, Investasi Rp180 Triliun

Bagikan
Bagikan

 Presiden Prabowo Subianto meluncurkan 11 proyek hilirisasi di Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Kamis (8/10/2026). Proyek-proyek  itu mengolah sumber daya alam menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik hingga material untuk panel surya.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) per 8 Oktober 2026, total investasi untuk 11 proyek hilirisasi tersebut mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun.

Proyek-proyek itu terdiri atas:

  • 4 proyek komersialisasi dan ekspor, dengan nilai investasi sebesar 3,4 miliar dolar AS.
  • 7 proyek baru, dengan nilai investasi sebesar 6,8 miliar dolar AS.
  1. Jenis Proyek Hilirisasi
  2. Empat proyek komersialisasi dan ekspor

Empat proyek yang masuk dalam kategori komersialisasi dan ekspor meliputi:

  1. Baterai berbasis nikel.
  2. Baterai kendaraan listrik (EV).
  3. Aluminium elektrolit.
  4. Alat berat berbasis listrik.

Nilai investasi untuk kelompok proyek ini mencapai 3,4 miliar dolar AS.

Tujuh proyek baru yang diluncurkan meliputi:

  1. Baterai berbasis nikel.
  2. Separator baterai kendaraan listrik (EV).
  3. Elektronik baterai EV.
  4. Aluminium elektronik (dua pabrik).
  5. Alat berat berbasis listrik.
  6. Photovoltaic glass atau kaca fotovoltaik untuk panel surya.

Nilai investasi untuk kelompok proyek baru ini mencapai 6,8 miliar dolar AS.

Manfaat Hilirisasi

Empat manfaat utama dari pelaksanaan proyek hilirisasi. Meningkatkan nilai tambah sumber daya alam

Pengolahan sumber daya alam menjadi produk industri diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas.

Memperkuat industri baterai dan energi bersih. Hilirisasi diarahkan untuk memperkuat industri baterai kendaraan listrik nasional serta mendukung pengembangan industri energi bersih.

Mendorong ekspor produk bernilai tambah. Pengolahan bahan mentah menjadi produk industri diharapkan dapat meningkatkan ekspor produk bernilai tambah dan menambah devisa negara.

Menyerap tenaga kerja. Kawasan industri hilirisasi diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 100.000 tenaga kerja.

“Hilirisasi yang kita jalankan hari ini adalah bagian dari pembangunan bangsa yang membutuhkan perjalanan panjang. Ini menjadi bukti nyata bahwa arah kebijakan hilirisasi nasional sudah berada di jalur yang benar.”

“Presiden Prabowo Subianto”

 

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Menyapa Nusantara

Said Iqbal usul UMR 2027 naik 7,5-9,5 persen ikuti inflasi-perekonomian

 Jakarta, 13/10 (ANTARA) - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh,...

Menyapa Nusantara

Batang Toru mengalirkan energi untuk negeri

Tapanuli Selatan, Sumatera Uta, 11/10 (ANTARA) -Gemericik air sungai Batang Toru sayup-sayup...

Menyapa Nusantara

5,67 Juta Hektare Hutan untuk Pangan-Energi-Lingkungan

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan jutaan hektare kawasan hutan produksi dan lindung yang...

Menyapa Nusantara

Benang dan rajutan kemandirian warga binaan 

Kediri, 30/9 (ANTARA) -Seutas benang yang semula hanya berupa gulungan perlahan berubah...