Home Daerah Halmahera Utara Sebagian Warga Halmahera Utara Mulai Kesulitan Air Bersih
Halmahera UtaraHeadline

Sebagian Warga Halmahera Utara Mulai Kesulitan Air Bersih

Bagikan
Air sumur warga Desa Lelesang yang air menguning dan berbau, foto Apdoni
Bagikan

Halmaherapedia– Dampak kemarau benar-benar mengancam kelangsungan hidup warga. Di  beberapa desa  di pulau Halmahera warga mulai kesulitan air bersih.

Di Halmahera Utara mislnya, kelangkaan air bersih akibat musim kemarau panjang dirasakan masyarakat di Kao Barat, Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara.

Sumur- sumur warga mengalami kekeringan. Sementara  yang masih mempunyai air berubah warna menjadi kuning dan mengeluarkan bau. Hal ini memberikan dampak buruk bagi kebutuhan rumah tangga masyarakat Kao Barat.

Seperti dialami warga Desa Leleseng Kao Barat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Sejak sumur mengalami kekeringan, warga Desa Leleseng mulai mencari sumber air minum di luar Desa yaitu ke desa tetangga Sangaji Jaya dan Desa Makarti.

Memang ada dua sumur yang biasa dipakai minum dan masak. namum sudah tidak bisa mencukupi warga karena mengalami penurunan debit. Karena itu warga harus mengambil air ke desa Makarti dan Sangaji Jaya.

Sebagian warga Desa Lelesang masih memanfaatkan air sumur yang menguning dan berbau karena sulit mendapatkan air bersih, foto Apdoni

Untuk mencukupi kebutuhan mandi dan mencuci pakaian, sebagian masyarakat Leleseng mengandalkan air sungai. Sedangkan masyarakat lainnya masih menggunakan air sumur walau dengan kondisi kuning dan berbau.

Pejabat Sementara (PJ) Kepala Desa Leleseng Trewilin Me, SP, saat dikonfirmasi Jumat, (9/10/2026) menyatakan bahwa, upaya penanganan air bersih sudah dilakukan pemerintah desa. Namun masih terhalang karena kondisi jalan utama menuju Desa Leleseng rusak. Hal ini  mengambat distribusi air kepada warga.

“Kami sudah minta bantuan ke program Corporate Social Responsibility (CSR) PT NHM di Kao Barat. Mereka  antar langsung di desa, tapi saat  mereka antar ke desa Torawat   mereka keluhkan jalan yang rusak,”jelasTrewilin.

Dia  bilang akibat jalan yang kurang memadai, air yang didistribusikan tidak sampai ke rumah warga karena sudah habis di tengah jalan.

“Saat mobil jalan, air ful di dalam tangki. Pas sampai  ke desa  sudah habis terbuang,”pungkasnya.(mg1)

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
HeadlineNasionalPolmas

Ini Masukan RUU Masyarakat Adat dari Para Pihak  kepada Baleg DPR  

Halmaherapedia--Badan Legislasi DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), dihadiri oleh...

DaerahHeadline

Hujan Datang Bertahap, BMKG Prediksikan Mulai Akhir Oktober

 Kebakaran Hutan dan Lahan Masih Terjadi di Sejumlah Tempat Halmaherapedia—Kemarau panjang belum...

Halmahera UtaraHeadline

Jembatan Penghubung Leleseng–Sangaji Jaya Kao Barat Rusak Parah

Halmaherapedia--- Masyarakat Desa Leleseng Kecamatan Kao Halmahera Utara (Halut) keluhkan rusaknya jembatan...

DaerahHeadline

Pemprov Berangkatkan 40 Peserta Ikuti Wisata Rohani ke Yerusalem  

Halmaherapedia— Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe,...