Jakarta- ANTARA– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia melanjutkan tren tumbuh di atas lima persen pada triwulan III 2026. Pemerintah berupaya menjaga capaian ini hingga akhir tahun.
Laju pertumbuhan ekonomi 2026 sesuai data BPS pada 5 November 2026, perbandingan year-on-year pada Triwulan I: 5,61%, Triwulan II: 5,29%, Triwulan III: 5,47%
| Berdasarkan pengeluaran terdiri dari komponen-komponen konsumsi rumah tangga, yang mengalami pertumbuhan 2,62 persen. Pembentukan modal tetap bruto sebesar 1,91 persen ada juga konsumsi pemeritah sebesar 0,62 persen serta net eksport 0,60 persen.Sementara yang lainnya sebesar 0,28 persen. | |
| Ada beberapa faktor pendukung pertumbuhan ekonomi tersebut |
- Industri makanan dan minuman tumbuh 7,09%, ditopang ekspor minyak sawit mentah (CPO).
- Kenaikan konsumsi rumah tangga, khususnya di sektor restoran dan hotel yang tumbuh 6,59%.
- Belanja pemerintah pada program prioritas, seperti Sekolah Rakyat.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Pertumbuhan di kuartal ketiga ini didorong oleh berbagai komponen permintaan domestik, daya beli masih tumbuh. Kemudian juga konsumsi pemerintah tumbuh positif.”
Langkah pemerintah perkuat ekonomi
- Memberikan stimulus di akhir tahun untuk mendukung daya beli di antaranya bantuan pangan dan subsidi upah.
- Menjaga stabilitas harga pangan melalui penguatan pasokan hingga distribusi.
- Memperluas pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produktif.
Komentar