Home Daerah Tiga Kawasan Hutan Sagu di Kao Barat Terbakar, Pangan Warga Ludes
DaerahHalmahera Utara

Tiga Kawasan Hutan Sagu di Kao Barat Terbakar, Pangan Warga Ludes

Bagikan
Bagikan

 Halmaherapedia—  Hutan sagu sebagai sumber pangan penting masyarakat di Kao Barat Halmahera Utara,   ludes terbakar. Musim kemarau yang sudah memasuki empat bulan ini, ternyata menghanguskan  hutan sagu di tiga kawasan yakni  di Desa Sangaji Jaya, Desa Leleseng dan Desa Gayok, Kecamatan Kao Barat Halmahera Utara.

Informasi yan dihimpun dari lapangan menyebutkan, hutan sagu itu  sejak tiga hari  13 Setember   15  September 2026. Tiga kawasan hutan sagu ini  luasanya mencapai 100 hektar   tak tersisa.

“Padahal hutan sagu ini selama ini menjadi sumber pangan penting masyarakat Kao,”ujar Hermanus Tukang  warga Desa Leleseng  pada Halmaherapedia Rabu (16/9/2026). Dia  menyebutkan bahwa  api yang membakar hutan sagu itu  berlangsung selama  tiga hari dan sebagian api baru berhasil dipadamkan  pada Selasa (15/9/20206).

“ Hutan sagu  yang terbakar  pada Minggu 13 September    berhasil dipadamkan pada Selasa (15/9/),”  jelasnya.

Memang katanya,  sebagian   wilayah yang terbakar  dan bisa dijangkau  sudah berhasil dipadamkan. Namun di wilayah   sulit dijangkau  api masih terus menyala hingga sekarang.

Hermanus menuturkan,  sumber api  belum bisa dipastikan. Sumber api menurut  pengamatan warga bermula dari hutan sagu itu sendiri,  sehingga sulit  dipastikan siap penyebab hutan sagu itu terbakar.

“Kami bingung, karena api itu berasal dari dalam hutan sagu itu sendiri,” jelasnya.

Saat ini   api  tidak hanya membakar hutan sagu, namun sudah merambat sampai ke kebun warga. Hal  itu  yang membuat  warga desa bergotong royong memadamkan api.

“Yang kami bisa lakukan itu  melindungi batas- batas kebun, karena api sudah sampai di dusun-dusun kelapa, pala dan cengkih kami,” jelasnya.

Terpisah, State Gato warga Desa Sangaji Jaya menyampaikan bahwa sagu  yang terbakar di desa mereka,  sumbernya dari  dari hasil pembakaran kebun warga oleh Warga Desa Sangaji Jaya. Di mana ada warga  membakar   sisah-sisa daun kelapa di dusun mereka.

“ Di kampung kami  api bersumber dari kebun warga,”jelasnya.

Pria yang  sering disapa Tate ini juga mengaku bahwa, hutan sagu di kampungnya bukan sengaja dibakar, melainkan dari hasil pembakaran warga di kebun kemudian api  menjalar hingga ke hutan sagu.

 

Akibat angin kencang api  merambat cepat. Kini warga menjadi mulai cemas  karena  api mengacam kebun-kebun mereka.

Hingga Rabu siang wilayah yang terbakar  masih sulit dijangkau. Api masih terus  berkobar  di  kawasan tersebut dan sulit dikendalikan.(mg1)

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DaerahHeadline

HIMPSI Malut: 200 Kasus Narkoba Baru Sinyal Awal

 Siap Berkolaborasi untuk Perangi Narkoba     Halmaherapedia–Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Maluku...

DaerahHeadline

Malut Darurat Narkoba, BNNP Catat 200 Kasus dalam Empat Bulan

 Sasar Pengguna Usia 15–24 Tahun Halmaherapedia-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara...

DaerahHeadline

Dari Singkong Mati, Hutan Sagu Terbakar hingga Inflasi 5,72 Persen

Halmaherapedia-- Kemarau yang melanda Indonesia sudah memasuki bulan keenam. Kondisi ini benar-benar...

DaerahHeadlinePolmas

Penurunan Stunting di Kepsul Halmahera Utara Masih Rendah

Halmaherapedia— Upaya percepatan penurunan stunting di Maluku Utara masih menghadapi sejumlah persoalan....