Halmaherapedia— Sebanyak 45 Anggota DPRD Maluku Utara saat ini sedang menjalani masa sidang ke- III tahun sidang 2025-2026 dengan melakukan reses, menyerap aspirasi dari konstiuen mereka.
Ketua DPRD Maluku Utara Drs, Ikbal Ruray MBA, juga adalah salah satu di antara anggota dewan yang turun reses tersebut. Ikbal sendiri, menemui konstituenya di Kelurahan Toboleu Kecamatan Ternate Utara tepatnya di lingkungan Ngade Sone RT 8 RW 3 pada Minggu (27/9/2026) sore.
Dalam reses itu, warga menyampaikan beberapa aspirasi terutama menyangkut sarana publik, seperti tempat ibadah dan jalan lingkungan. Sebelumnya, Ikbal turut menyampaikan pengantar reses yang menjelaskan bahwa, reses ini adalah sarana yang digunakan anggota DPRD, turun menemui konstiuen. Untuk daerah pemilihan I Ternate dan Halmahera Barat dari 12 anggota DPRD termasuk dirinya, harus melakukan reses di 8 titik lokasi.
Dari 8 titik di Daerah Pemilihan (Dapil) I harus dibagi wilayah Ternate dan Halmahera Barat yakni Loloda, Ibu serta Jailolo.
“Resesnya 5 titik di Ternate dan 3 titik di Halmahera Barat. Hari ini saya di Toboleu ini,” jelas Ikbal.
Dia bilang, tujuan reses itu selain mendengar aspirasi dari bawah, juga sebagai ajang silaturahmi. Kesempatan itu dia sampaikan rasa terimakasih kepada konstiuennya terutama di Kelurahan Toboleu yang telah mendukungnya hingga duduk di DPRD saat ini.
“Pertemuan ini memang menyita waktu tapi penting memahami fungsi dan tujuan reses ini,”ujarnya.
Dia bilang, melalui hasil reses ini, data yang disampaikan nanti menjadi bahan yang diinput ke dalam rencana kegiatan yang diparipurnakan DPRD. Penyampaiannya juga katanya, harus dalam bentuk proposal.

“Jadi nanti usulan kegiatan yang masuk 2027 mendatang, semua disampaikan dalam bentuk proposal,” harap Ikbal.
Karena itu, dia minta warga di Toboleu yang hadir dalam reses itu, agar usulan mereka nanti dapat disampaikan dalam bentuk proposal sehingga bisa diinput datanya dalam dokumen kegiatan 2027.
“Setiap reses ini dilakukan untuk mengakomodir usulan dan nanti menjadi cikal bakal kegiatan. Karena itu butuh usulannya secara tertulis,” harapnya.
Hal ini dilakukan sebelum memasuki masa persidangan. Dia juga menyampaikan bahwa proposal yang masuk nanti dikonsultasikan dan diketahui oleh lurah. Tujuannya, seluruh kegiatan masuk dalam satu sistem sehingga nanti tidak ada temuan.
Saat ini negara termasuk daerah baik provnsi maupun kota Ternate lakukan efesiensi anggaran. Perlu ada dukungan juga dari provinsi. Kesempatan itu, peserta reses yang terdiri dari ibu-ibu majelis ta’lim generasi muda dan warga bersepakat akan mengusulkan satu proposal pembangunan masjid mereka yang belum selesai dikerjakan.
“Ibu- ibu bersepakat nanti menyampaikan satu proposal saja untuk masjid karena kapasitasnya sangat terbatas dalam menampung jamaah,”usul salah satu perwakilan majelis ta’lim yang mengikuti reses. (aji)
Komentar