Halmaherapedia— Ada kurang lebih 120 produk olahan berbahan baku lokal dari empat industri kecil dan menengah (IKM) dipamerkan dalam Tjipta UMKM Fair 2026 di Jakarta.
Kegiatan yang dipusatkan di Sinar Mas Land Plaza, Jakarta, 3 dan 4 September 2026 ini menjadi tempat untuk menunjukan kekhasan produk lokal Maluku Utara di kancah nasional.
Melalui agenda ini setidaknhya turut serta membuka dan memperluas peluang dan jejaring usaha mereka dalam mengakses pasar yang lebih luas.
Empat industri rumahan yang turut ambil bagian dalam pameran yang digelar Eka Tjipta Foundation (ETF) ini adalah sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan UMKM melalui program UMKM Naik Kelas dengan model Inclusive Closed Loop (ICL). ICL ini adalah skema kemitraan bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir yang menghubungkan petani atau UMKM, perusahaan pembina (off-taker), lembaga keuangan, dan pemerintah untuk saling mendukung secara berkelanjutan.
ETF mengundang peserta dengan produk unggulan binaan Provinsi Maluku Utara untuk ditampilkan.
Sementara IKM yang produknya ditampilkan adalah Pakesang, Amalia Queenlove, Sulamina, dan KTH Buku Manyeku.
Ada banyak produk olahan yang dibawa serta dalam pameran kali ini. Dari olahan kenari, kopi, sagu, cokelat, rempah, serta minyak cengkih. Total barang olahan yang dipamerkan itu ada kurang lebih 120 produk.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara sebagai instansi yang memiliki peran untuk membantu para industri kecil ini berkoordinasi dengan Badan Penghubung Provinsi Maluku Utara di Jakarta, pelaksanaan pameran tersebut.
“Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan produk-produk yang dibawa dari Maluku Utara dapat ditampilkan dengan baik selama kegiatan berlangsung. Selain itu dapat mendukung keterhubungan antara pelaku IKM daerah dan ruang promosi serta jejaring pasar di Jakarta,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara, M. Ronny Saleh. Menurutnta keikutsertaan IKM dalam skala nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pasar bagi produk lokal.
“Kita inginkan produk para pelaku usaha di Maluku Utara memiliki ruang untuk dikenal lebih luas.Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong agar produk lokal tidak hanya kuat di pasar daerah, melainkan juga mampu menjangkau pasar nasional,” ujarnya.
Dia bilang produk olahan berbasis bahan baku lokal seperti kenari, sagu, kopi, rempah, dan cengkih memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, sekaligus memperkuat identitas ekonomi daerah.
“Bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kesempatan membawa produk daerah ke ruang pamer nasional menjadi salah satu langkah mempertemukan potensi usaha lokal dengan pasar yang lebih luas,”katanya.(aji)
Komentar