Home Headline Mahasiswa FKIP Unkhair Soal Kekerasan Seksual dan Protes Kebijakan Kampus  
HeadlineKota Ternate

Mahasiswa FKIP Unkhair Soal Kekerasan Seksual dan Protes Kebijakan Kampus  

Bagikan
Bagikan

Halmaherapedia–Puluhan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung fakultas, Kampus I. Kelurahan Akehuda, Ternate Utara, Kota Ternate, Selasa (11/8/2026).

Dalam aksi yang dimulai pukul 10:30 WIT, mereka bentangkan spanduk dengan sejumlah tuntutan  kritis terhadap kebijakan kampus yang dinilai membatasi aktivitas mahasiswa di malam hari.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP, Muhammad Hatta Abdan mendesak penghapusan aturan jam malam karena dianggap diskriminatif dan menghambat agenda produktif mahasiswa.

Menurutnya dibandingkan fakultas lain  kebijakan itu tidak diberlakukan sehingga mahasiswa bebas melakukan aktivitas produktif pada malam hari.

“Agenda-agenda produktif apapun yang dibuat HMJ  FKIP, termasuk diskusi, dibatasi akibat kebijakan rektorat yang melarang adanya aktivitas malam. Kami mendesak agar aturan ini dihapus,” tegasnya.

Masalah birokrasi, mereka juga menyoroti buruknya fasilitas,  pengelolaan sampah yang dinilai tidak higienis. Karena itu, mereka minta pihak kampus segera melakukan pengadaan mobil sampah.

“Kami  menuntut pihak kampus segera memperbaiki sarana kelas seperti AC dan menghadirkan sekretariat bersama 10 Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himapro),”ujar Hatta.

Soroti Pelecehan Seks Mahasiswa oleh  Dosen

Dalam aksi itu mereka turut menyoroti penanganan dugaan pelecehan seksual  oknum dosen terhadap salah satu mahasiswa yang  dibiarkan bertahun-tahun.

“Korban hanya sekadar dipindahkan, artinya diberikan ruang yang baru. Kami butuh penanganan  lebih serius sampai  pemecatan atau pemberhentian bila ada oknum dosen maupun oknum mahasiswa yang melakukan kekerasan seksual di lingkungan FKIP,”kata para peserta aksi dalam orasi mereka.

Para mahasiswa menuntut tindakan nyata dan mengancam akan akan lakukan lanjut jika aspirasi mereka diabaikan.

Wakil Dekan III FKIP Unkhair Ternate, Agus Supriyadi berjanji akan menindaklanjuti seluruh tuntutan mahasiswa terkait fasilitas kampus dan isu lingkungan, seperti masalah sampah.

“Soal sampah, yang menangani  pihak universitas, bukan fakultas. Jadi ditangani  pihak ketiga. Kewenangan itu sudah disampaikan universitas dan alhamdulillah sampah sudah diangkut,” ucapnya.

Terpisah Dr. Yumima Sinyo, S.Pd.,M.Si, Ketua Satuan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Khairun menanggapi tuntutan mahasiswa terkait kasus kekerasan seksual yang terjadi di Program Studi PGSD.  Satgas menurutnya bekerja berdasarkan prosedur operasional standar (SOP).

 

Baginya, Satgas pada dasarnya tidak dapat langsung memproses suatu kasus hanya berdasarkan informasi yang beredar. Laporan dapat berasal dari korban maupun pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut, seperti teman korban, dosen, orang tua, atau anggota keluarga.

“Kami tunggu laporan yang masuk, entah itu dari korban langsung atau dari kerabat, dosen, orang tua atau keluarga. Lalu  kami  proses sesuai prosedur SOP yang berlaku di Satgas,”ujarnya.

Yumima bilang tingkat sanksi seharusnya ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kronologi dan karakteristik kasus. Kategori ringan, sedang, atau berat bukan bentuk kekerasan seksual, melainkan tingkatan dalam pemberian sanksi.

Jika penyelesaian kasus tidak melalui mekanisme Satgas,  penetapan sanksi dapat dilakukan berdasarkan kode etik ASN, Karena terduga pelaku merupakan ASN

Dalam kasus yang melibatkan dosen atau tenaga kependidikan, kode etik ASN harus dikaitkan dengan ketentuan  Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 mengenai pemberian sanksi.

Sanksi mutasi yang diberikan kepada pelaku dalam kasus tersebut merujuk mekanisme sanksi bagi ASN, bukan berdasarkan rekomendasi Satgas.(mg2saf)

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
HeadlineNawala

Majelis Ta’lim Alkhaeriah Ake Gaale Dilantik, Turut Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

 Halmaherapedia-- Pengurus Majelis Ta’lim Alkheriah Lingkungn Ake Gaale Kelurahan Sangaji Kota Ternate...

HeadlineMorotai

Ketika Jepang Datang dan Telusuri Jejak Perang Dunia Ke-II di Morotai 

 Teruo Nakamura, Bukti Orang Terakhir Jepang Pulang Hidup Tahun 1975 Halmaherapedia- Pulau...

HeadlineKota Ternate

Perjuangan Esau Sidemo, 26 Hari Bertarung Nyawa di Samudera Pasifik

Temui Hal Mistis hingga Lumba- lumba sebagai Penunjuk Pertolongan Fajar mulai menyingsing...

DaerahHeadline

Pemprov Malut  Godok  Empat Rancangan Pergub

 Sedang Lakukan Harmonisasi dengan Kementerian Hukum Halmaherapedia--Pemerintah provinsi Maluku Utara sedang menggodok ...