Halmaherapedia—Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Maluku Utara oleh Pemerintah Provinsi menunjukkan pertumbuhan positif. Data per 15 September 2026, menunjukkan capaian PAD sudah menembus angka 103% dari target APBD induk. Sementara untuk APBD- Perubahan sudah mencapai 97%.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Malut, Zainab Alting di hadapan Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam kegiatan pendataan dan verifikasi lapangan oleh OPD teknis penghasil pendapatan Rabu (16/9/2026), memaparkan bahwa sektor PAD Maluku Utara menunjukkan pertumbuhan positif.
“Alhamdulillah, PAD sudah di angka Rp1,220 triliun dari target Rp1,580 triliun di APBD-P. Kami optimistis akhir tahun target dapat tercapai,”janjinya.
Sementara itu, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp2,431 triliun atau 75,71% dari target APBD-P.
Kesempatan itu Wagub mengingatkan pentingnya optimalisasi target PAD yang telah ditetapkan guna memastikan berjalannya program pemerintah dan sehatnya pengelolaan anggaran, terutama sektor pajak dari perusahaan-perusahaan.
“Harus ada tolok ukur keberhasilan yang jelas. Evaluasi berkala, optimalisasi UPT dan personel teknis, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengawasan terhadap potensi penyimpangan,” kata Sarbin.
Saat ini Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus menggenjot PAD sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian fiskal daerah. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan pendataan dan verifikasi lapangan oleh OPD teknis penghasil pendapatan. Kegiatan di Ruang Rapat Wakil Gubernur ini menjadi forum evaluasi capaian pendapatan daerah sekaligus penguatan strategi mengoptimalkan potensi PAD dari berbagai sektor.
Wakil Gubernur Sarbin Sehe saat meminta OPD bekerja dengan keterpaduan perencanaan, penganggaran, dan pendapatan sebagai fondasi utama pembangunan. Dia ingatkan bahwa perencanaan pembangunan harus selaras dengan alokasi pendapatan agar kebijakan yang dirumuskan dapat diimplementasikan secara efektif di daerah.(aji)
Komentar