Pasca Banjir BWS Normalisasi Sungai Ibu di Halbar dan  Aru di Halut

Daerah, Headline313 Dilihat

Halmaherapedia.com— Bencana hidrometeorilogi yang melanda Halmahera Barat dan Halmahera Utara baru-bari ini menimbulkan berbagai kerusakan. Air sungai  dilaporkan  meluap, menyebabkn kerusakan  bahkan  ada tanah longsor  yang menimbulkam korban jiwa di Halmahera Barat.

Di Halmahera Utara dampak terparah terjadi di Kecamatan Galela Utara, tepatnya di Kali Aru yang berada di perbatasan Desa Bobisingo dan Desa Dodowo. Akibatnya  jembatan darurat penghubung antar wilayah tersebut putus sepanjang kurang lebih 70 meter akibat  diterjang derasnya  banjir.

Kerusakan jembatan di Kali Aru ini maka Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian PU bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara melakukan normalisasi  menggunakan alat berat menangani banjir yang terjadi.

Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib mengatakan, pihaknya berfokus pada keselamatan masyarakat dan keberlanjutan fungsi infrastruktur sumber daya air pasca banjir.

“Kementerian PU berkomitmen hadir cepat di lokasi terdampak bencana. Identifikasi dan survei lapangan menjadi dasar  menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk pengerahan alat berat agar risiko banjir susulan dapat diminimalisir,”ujar Saleh Jumat (16/12)lalu.

BWS menurunkan dua excavator,melakukan penanganan yang difokuskan di dua lokasi terdampak, yakni Sungai Ake Aru di Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, serta Sungai Ibu di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat.

Normalisasi berfokus pada pembukaan alur hulu-hilir jembatan sungai Aru serta akses darurat warga dari dan menuju Tobelo.

Di Sungai Ake Aru,  sebelumnya tim BWS Maluku Utara melakukan pemetaan lokasi terdampak banjir dan pengecekan kondisi infrastruktur sungai, termasuk jembatan pasca banjir.

Hasil identifikasi, kata Saleh Talib, menunjukkan adanya perubahan alur sungai serta sedimentasi yang berpotensi mengganggu kapasitas tampung sungai sehingga diperlukan langkah penanganan teknis lanjutan.

Sementara  di Sungai Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, banjir menyebabkan tenggelamnya permukiman warga serta kerusakan tebing sungai dan muara anak sungai. Tim BWS Maluku Utara juga mengidentifikasi titik-titik kritis yang berpotensi memperparah banjir apabila tidak segera ditangani, terutama pada bagian tebing sungai yang mengalami longsoran.

“Identifikasi dan survei lapangan dilakukan secara menyeluruh sebagai dasar pengambilan keputusan teknis,” jelas Saleh

Sebelumnya kata Saleh  mereka (BWS,red) telah melakukan identifikasi dan survei langsung di Sungai Ake Aru dan Sungai Ibu untuk memastikan kondisi eksisting sungai pasca banjir. “Dari hasil tersebut, kami siapkan langkah normalisasi dan rekonstruksi lanjutan sesuai   kebutuhan di lapangan,”kata Saleh.

Lebih lanjut dikatakan Kementerian PU telah menyiagakan alat berat untuk mendukung penanganan banjir. Dalam masa tanggap darurat, alat berat disiagakan untuk pekerjaan pembersihan material sedimen, perbaikan alur sungai, serta pengamanan tebing dan infrastruktur sungai agar fungsi sungai dapat segera pulih dan risiko banjir berulang dapat ditekan.

Sebagai bagian dari respons terpadu, Kementerian PU melalui BWS Maluku Utara juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna memastikan penanganan banjir berjalan efektif dan terintegrasi, termasuk dalam aspek pengamanan permukiman warga dan infrastruktur publik.

Pemprov Malut bersama Kementerian PU akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan berdasarkan hasil evaluasi teknis.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam menjaga ketahanan infrastruktur sumber daya air dan melindungi masyarakat dari dampak bencana hidrometeorologi. (aji/humas)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *