Home Daerah Malut Butuh Transformasi Ekonomi di Bidang Pertanian, Perikanan dan Agroindustri
Daerah

Malut Butuh Transformasi Ekonomi di Bidang Pertanian, Perikanan dan Agroindustri

Bagikan
Pembukaan acara seminar akhir dokumen RPIP,Maluku Utara di Hotel Grand Majang, Rabu,14 Januari 2026,foto Humas
Bagikan

Pemprov  Susun  Dokumen RPIP, Kompas Pembangunan Industri  

Halmaherapedia– Dinas Perindustrian dan Perdagangan  menggelar Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) tahun 2025-2045. Kegiatan ini dilaksanakan di  Hotel Grand Majang, Ternate, pada Rabu (14/01). Dokumen ini memiliki arti penting karena penunjuk arah pembangunan di bidang industry di Maluku Utara  menuju Indonesia Emas 2045.

Pelaksana Harian  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Malut, Rony M. Saleh, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyusunan RPIP ini menitikberatkan pada dua pilar utama, yakni :Base Resource Industry,dengan optimalisasi sumber daya alam lokal terutama di bidang pertambangan,pertanian, dan kelautan.
Yang kedua  yakni base sustainable industry.  Bidang ini fokus pada industri hijau, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular demi kelestarian lingkungan.

“Penyusunan dokumen ini bagi Maluku Utara  adalah sebuah upaya untuk mengejar ketertinggalan dari 27 provinsi lain yang telah mematenkan RPIP menjadi Peraturan Daerah (Perda),”katanya.

Menurutnya, dokumen ini akan menjadi acuan wajib bagi Kabupaten/Kota dalam menyusun Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota (RPIK).

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kadri La Etje mewakili gubernur menyampaikan bahwa RPIP merupakan amanat konstitusi berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

Dia bilang, kondisi ekonomi Maluku Utara tengah berada pada fase ekspansi kuat. Tercatat pada Triwulan III 2025, ekonomi Maluku Utara tumbuh signifikan sebesar 39,10 % (y-o-y). Pertumbuhan ini didominasi oleh kehadiran kawasan industri pertambangan.

“Pertumbuhan ekonomi sangat tinggi ini perlu dioptimalkan. Tidak bisa hanya bergantung pada sektor mentah. Perlu transformasi ekonomi melalui penguatan industri pengolahan dan hilirisasi pada sektor unggulan lain seperti pertanian, kelautan, perikanan, dan agroindustri,” katanya.

Dia berharap dokumen RPIP ini tidak hanya menjadi dokumen administratif yang berakhir di meja kerja, tetapi harus menjadi panduan yang implementatif.

“Ini bukan sekadar rutinitas. Ini momen krusial  meletakkan fondasi ekonomi. Saya minta seluruh pihak memberikan masukan konstruktif agar RPIP ini mampu menjadikan Maluku Utara sebagai pusat pertumbuhan industri yang tangguh di Timur Indonesia,” harapnya. Seminar ini menghadirkan   narasumber  akademisi Unkhair,  Dr. Amran Husen dan Dr. Abdul Chalid Ahmad, dan Nurdin I. Muhammad sebagai moderator.(aji)

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DaerahHeadline

Pemprov Usul 2,9T ke Pusat, Ada Inpres Jalan Daerah dan Konektivitas Kawasan Industri

TERNATE –  Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengusulkan ke   pusat  anggaran pembangunan  infrastruktur  mencapai...

DaerahHeadline

Ini Rencana Aksi KKMD Terkait Pengelolaan Mangrove di Malut

Bicara Ekologi, Sosek hingga Penegakan Hukum TERNATE– Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD)...

DaerahHeadline

Pemuda Kao Persoalkan Mangkraknya  217 Rumah Tak Layak Huni

KAO— Pembangunan  217 unit rumah tematik di Desa Kao, Kecamatan Kao, Halmahera...

Daerah

JULEHA Dilatih  Sembelih Hewan Halal

SOFIFI--  Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) 2026, se-Maluku Utara, dialksanakan...