Asrama Mahasiswa Malut di Jogja Rusak Parah, Ditinjau Kadikbud Abubakar Abdullah

Daerah, Headline200 Dilihat

Halmaherapedia— Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara Abubakar Abdullah mengunjungi dan melihat dari dekat kondisi asrama mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Jumat (9/1/2026).  Asrama yang terletak di  Jl. Bausasran DN III 895 Yogyakarta  itu  kondisinya  sangat memprihatinkan. Hampir semua bangunan itu  lapuk. Karena itu    memerlukan  renovasi  menyeluruh agar nyaman ditempati  mahasiswa yang studi di kota tersebut.

Gedung ini berdiri di atas lahan seluas 30 x 12 meter  dengan memiliki enam kamar, satu dapur, dan ruang tamu.  Saat  ini menampung kurang lebih 12 mahasiswa asal Maluku Utara yang  menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di kota ini.

Kondisi fisik asrama ini sebenarnya tidak lagi layak huni. Atap bocor, sanitasi tidak berfungsi, hingga persoalan pengelolaan sampah  yang tidak terurus. Apa yang dilakukan Abubakar ini merupakan tindak lanjut permintaan  Gubernur Sherly Tjoanda untuk memastikan kondisi asrama tersebut.

“Kunjungan ini  arahan  Ibu Gubernur untuk melihat secara langsung kondisi asrama mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta,” kata  Abubakar  Sabtu (10/1/2026) dikutip dari RRI.co.id.

Dia bilang,  bangunan yang rusak membuat para mahasiswa  harus kerja ekstra saat musim hujan. Mereka terpaksa menampung air hujan yang masuk melalui atap gedung yang berlobang  agar kamar  tidak basah  air hujan.  Lebih memprihatinkan, fasilitas seperti toilet asrama  juga sudah tidak bisa digunakan sejak 2022.

“Keperluan MCK dan sanitasi mahasiswa terpaksa menumpang ke SPBU, kafe, atau masjid terdekat,” jelas Abubakar usai kunjungan.

Kadikbud Abubakar Abdullah foto bersama para mahasiwa usai melihat dari dekat kondisi asrama mahaswa Malut di Jogja, foto dok. pribadi

Persoalan  tak kalah seriusnya adalah pengelolaan sampah. Tidak ada tempat penampungan sementara menyebabkan limbah rumah tangga  menumpuk di  area asrama. Sementara penghuni  dilarang membakar sampah dan harus menunggu transportasi, sehingga lingkungan  asrama menjadi tidak sehat.

“Hal ini  kami sudah laporkan kepada ibu gubernur. Tindaklanjutnya  diminta  agar dikoordinasikan dengan dinas teknis terkait untuk menilai  kerusakan bangunan sekaligus menghitung kebutuhan anggaran renovasinya,” jelas Abubakar.

Dia turut menyampaikan bahwa, ini  bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk  meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Provinsi  juga saat ini telah menjalin komunikasi  dan kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada  untuk memberikan konfirmasi dalam penerimaan mahasiswa baru asal Maluku Utara.

Menanggapi keluhan mahasiswa terkait Beasiswa Bangkit, Abubakar menjelaskan  diprioritaskan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 hingga 4 berdasarkan data Kementerian Sosial. Untuk kebijakan lanjutan,  menunggu arah pimpinan daerah. (aji/rri.co.id)

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *