Ratusan Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak
Halmaherapedia— Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor akibat curah hujan dengan intensitas sangat tinggi yang terjadi sejak tanggal 5 hingga 7 Januari 2026. Puncak bencana terjadi pada hari Rabu, 7 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIT , di mana luapan sungai mencapai ketinggian hingga tiga hingga empat meter di beberapa lokasi.
Dampak Manusia dan Kerusakan Infrastruktur
Bencana ini memberikan dampak yang signifikan terhadap warga dan fasilitas umum:
- Korban Jiwa: Dilaporkan 2 orang meninggal dunia di Desa Soasio, Kecamatan Loloda, akibat tertimbun tanah longsor, serta 3 orang mengalami luka-luka.
- Warga Terdampak: sebanyak 3.444 jiwa atau 726 Kepala Keluarga (KK) terkena dampak langsung, dengan sekitar 1.500 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti rumah kerabat, sekolah, dan balai desa.
- Kerusakan Rumah: Tercatat 34 unit rumah rusak berat , 3 unit rusak sedang, dan 286 unit rusak ringan.
- Fasilitas Umum: Satu unit pasar dan satu ruko mengalami kerusakan berat, serta jaringan listrik dan komunikasi di beberapa titik terputus.

Wilayah Terdampak
Bencana ini meluas di 5 hingga 7 kecamatan yang mencakup hingga 22 desa. Wilayah yang terdampak paling parah meliputi:
- Kecamatan Ibu: Desa Tongute Ternate dan Tongute Ternate Asal terendam hingga 80%, serta Desa Gamlamo dan Goin.
- Kecamatan Loloda: Terjadinya tanah longsor yang merusak rumah menyebabkan dan memakan korban jiwa di Desa Soasio.
- Kecamatan Sahu & Sahu Timur: Meliputi Desa Gamomeng, Balisoan Utara, dan Sidangoli Gam yang juga mengalami abrasi pantai.
- Kecamatan Tabaru: Terdampak di Desa Duono di mana beberapa rumah dilaporkan hayut.
Tindakan Darurat dan Kendala
Bupati Halmahera Barat, James Uang, telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 7 hari, terhitung sejak 7 hingga 13 Januari 2026. Upaya penanganan yang dilakukan meliputi:
- Distribusi Logistik: Penyaluran bantuan awal berupa 1 ton beras dan 500 dus mi instan kepada warga terdampak.
Posko Bencana: Pendirian posko penanganan dan dapur umum, salah satunya dipusatkan di Desa Tongute Ternate Asal dan Polsek Ibu.
Kendala Akses: Evakuasi dan pendataan di wilayah Loloda terhambat karena akses jalan dan jembatan terputus total akibat material longsor, sehingga bantuan ke wilayah tersebut harus diupayakan melalui jalur laut.
Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, dan Basarnas terus bersiaga di lapangan mengingat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga 11 Januari 2026.
Catatan: Olah data ini turut dibantu kecerdasan buatan atau mesin Artificial Intelligence











