Tahun 2025, 10 Laporan Penipuan Masuk ke KPP Ternate
Halmaherapedia- Penipuan berkedok pajak, marak terjadidi Maluku Utara (Malut). Warga berulang kali menjadi korban . Bahkan korban ada yang sampai mentransfer uang ke rekening pihak lain, yang bukan KPP Pratama Ternate.
Asmat Hafifah salah satu guru SD di Kota Ternate Utara misalnya, belum lama ini mengalami hal yang sama. Dia sudah tiga kali dihubungi oleh orang tidak dikenal. Sekira September 2025 lalu, dia dihubungi nomor kontak tidak dikenal menanyakan masalah pajak pribadi yang tertunggak. Waktu itu si pengontak menyampaikan untuk dilunasi diarahkan untuk menghungi nomor kontak yang disediakan.
“Saat mereka menghubungi tahu nama dan alamat kita secara lengkap. Jadi saya juga bingung apa benar ini petugas pajak. Padahal SPT pajak sudah diurus operator di sekolah jadi saya tahu tidak bermasalah,”katanya.
Untuk menghindari agar tidak dikontak lagi akhirnya diblokir nomor telpon yang mengontak tersebut. Adanya kasus semacam ini, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ternate, Dewi Lestari mengatakan, modus penipuan perpajakan terjadi sejak lama. Rata-rata mereka meniru pegawai kantor pajak Ternate, dan menggunakan nama pejabatnya. Bahkan pejabat setingkat eselon II perpajakakan.
“Banyak kasus terjadi di Malut. Ada oknum yang mencatut nama pejabat internal KPP Ternate,” akunya kepada Halmaherpedia, Senin (29/12/2025).
Dia bilang penipuan perpajakan terjadi sepanjang tahun di Malut. Pada 2025 saja setiap hari ada sekitar lima sampai 10 laporan masyarakat dan pihak wiraswasta di sentra pelayanan KPP Ternate.
Namun dari banyak modus itu beruntung sebagian warga langsung melaporkan ke KPP Pratama Ternate, sehingga belum sempat mentransfer uang ke pihak yang mengatasnamakan KPP Ternate. “Sesuai laporan yang kami terima setidaknya sekitar seratus lebih laporan modus penipuan perpajakan yang pernah mereka alami. Tapi merekabelum sampai mentransfer uang. Tahun 2025 ini dua orang kami catat bahkan sudah mentransfer uang ke pihak yang mengaku orang pajak itu,” tuturnya.
Dijelaskan biasanya modus penipuan perpajakan menggunakan berbagai cara, semisal menelepon dan menghubungi pihak wajib pajak atau masyarakat, melalui pesan whatsapp dengan membawa nama kantor dan pejabat KPP. Penipu juga meniru sistem pembayaran pajak dan memalsukan surat yang mengatasnamakan pejabat setempat.
“Kami pernah menerima kasus mencatut nama pejabat kami di pusat, guna menipu masyarakat,” jelasnya.
Modus penipuan ini ditengarai kareana ada kebocoran data pembayar pajak atau masyarakat. Pada 2024 semua data warga Indonesia dan sejumlah negara Asia bocor ke publik, sehingga sering digunakan pihak tak bertanggung jawab menggunakannya untuk menipu. Ada juga taktik lainya yang digunakan seperti mengirim pdf ke whatsapp target. “Kalau KPP Pratama sendiri tidak pernah bocor data. Tapi kasus demikian terjadi karena ada banyak data warga yang bocor. Itu yang dipergunakan orang,” sambungnya.
Karena itu di minta warga waspadai modus penipuan dengan mengakses informasi resmi dari KPP Pratama Ternate. Terutama menghubungi nomor resmi pelayanan pajak, maupun mendatangi kantor pajak bila dihubungi pihak yang tak dikenal.
Pihaknya telah mengambil langkah atas kasus modus penipuan ini, dengan mensosialisasikan bahaya penipuan melalui platform KPP Pratama Ternate maupun iklan di berbagai media. “ Jika ada informasi demikian perlu pengecekan secara ketat dan datang ke kantor untuk memastikan atau bisa mengakses nomor layanan pajak,” pungkasnya.(aji)
















