Turut Sesalkan Pemda Haltim Tak Hadiri Pertemuan Forum Adat
Halmaherapedia.com– Pertemuan Forum Adat Kesangajian Bicoli di Bicoli Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur digelar Rabu (21/1/2026). Sultan Tidore Husan Sjah secara resmi membuka acara tersebut dihadiri Jojau Kesultan Tidore Ishak Naser.
Sebelum membuka pertemuan itu dengan resmi, dilakukan pelantikan dan pengukuhan struktur kesangajian Bicoli terdiri dari 8 perangkat adat Kapita, bobato dan dan gimalaha. Mereka ini akan bertugas menjalankan tugas berdasarkan fungsi masing- masing di dalam kesangajian.
Saat melantik perangkat adat kesangajian Bicoli Sultan berpesan agar mereka menjalankan amanah dengan baik serta mengabdi karena Allah. Dia meminta tanggung jawab mereka menjadikan amanah ini sebagai lahan pengabdian. Sultan lantas berpesan bahwa dalam sumpah janji saat pelantikan itu sarat makna. Karena itu dia meminta dijalankan secara baik. Amanah yang diberikan tidak boleh dikhianati sebagai tugas dan tanggung jawab.
Khusus untuk perangkat adat yang baru dilantik Sultan turut berpesan agar mereka turut menjaga alam dan lingkungan. Jika melihat ada masalah terkait investasti tambang atau eksploitasi sumber daya alam,maka datang dan dingatkan secara terbuka, juga sampaikan ke media bahwa ada tambang yang merusak lingkungan. Sampaikan bahwa alam ini tidak hanya ditambang. Alam ini dipersembahkan Tuhan untuk semua mahluk.
Dia bilang, mereka datang mengeksploitasi sumberdaya alam itu jika habis hasilnya,mereka langsung angkat kaki dan angkut uang mereka. Setelah itu mereka pergi. Uang begitu besar dari hasil tambang tapi hasilnya tidak nyata di masyarakat.
Sultan menyampaikan bahwa negeri ini diklaim paling bahagia. Pertumbuhan ekonominya sampai 32 persen lebih bahkan tertinggi di dunia, tapi hidup masyarakat dari dulu masih seperti begini.
“Kita tidak pernah lihat uang yang bagitu banyak. Uang itu mereka bawa ke Jakarta. Sementara yang tinggal di sini menikmati kerusakan lingkungan yang sangat luar biasa dan masif. Kita tidak punya otoritas untuk menghentikan. Maka cukup dengan simbol kebudayaan ini kita bicara,” kata Sultan.
Sultan mengajak mereka dalam perangkat adat agar menggugah kesadaran para pihak terutama perusahaan tambang di Haltim agar memperhatikan masayarakat adat dan seluruh masyarakat di dua kabupaten ini. Dana CSAR harus digunakan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan masyarakat.
Mereka menyampaikan bahwa melakukan recoveri tapi ternyata tambang datang silih berganti recoveri itu hanya isapan jempol saja.
“Saya tidak anti investasi. Kita butuh investasi agar masyarakat mendapatkan kehidupan yang layak. Tapi jangan investasi merusak dan meminggirkan masyarakat setempat,” kata Sultan.
Kesempatan itu, Sultan menyesalkan ketidakhadiran pemerintah daerah dalam acara adat yang dilakukan oleh Kesangajian Bicoli tersebut. Pasalnya, tidak ada satu pun unsur pemerintah daerah yang hadir. Bupati dan wakil Bupati serta perangkat pemerintah lainnya tak terlihat dalam forum tersebut. Bahkan Camat juga tidak hadir dalam acara tersebut.
Sultan menyebut urusan adat dan perangkat serta masyarakatnya dibutuhkan pemerintah ketika ada masalah. Jika ada masalah perangkat adat diminta hadir dan ikut membantu diselesaikan. Tetapi setelah itu tidak dibutuhkan lagi.
“Kalau tidak hadir mestinya minimal kirim utusan atau wakil. Saya kritisi nanti mereka bilang saya tidak suka,” kata Sultan.
Dia membandingkan, pemerintah daerah sekarang dengan saat Bupati Rudy Erawan memimpin.
“Kalau masa Rudi Irawan saya masih maklumi karena dia bukan putra daerah Halmahera Timur . Tapi dia masih peduli,” ujar Sultan.
Sultan menyayangkan hal ini karena meskipun pemerintah daerah saat ini putra daerah Haltim baik dari Bupati hingga camat tetapi dalam forum adat seperti ini mereka tidak hadir. “Saya tidak minta dihormati, hanya Allah yang tahu. Tapi saya ingatkan kepada para putra daerah, kalau tidak hargai adat maka kita tidak tahu apa yang akan terjadi,”sesal Sultan
Dia bilang negeri ini menjaga adat seatorang dan para perangkat adat hadir tanpa digaji tetapi mereka tetap mengabdi.
“Tolong sampaikan di pak Bupati atau pak camat. Perangkat adat ini hadir itu tidak digaji. Tetapi karena mereka mencintai negeri ini. Tidak usah hargai saya, tapi hargai negeri ini. Negeri ini punya tuan,” katanya.
Seharusnya pemerintah turut menjaga hadirnya perangkat adat ini.
Soal ketidakhadiran Pemkab Haltim dalam acara adat kesangajian Bicoli, Kabag Humas Haltim Yusuf Thalib berkilah bahwa yang dilakukan itu bukan hajatan Pemda tapi sifatnya hajatan adat. Dia mengakui bahwa ada undangan ke Pemkab Haltim masuk di bagian umum. “Tapi saya sudah cek, undanganya atau yang diundang hanya bagian umum, tidak ada bupati,”kilahnya.
Dia lantas menyarankan agar langsung ditanya ke pihak panitia. Bupati Haltim Ubaid Yakub sebenarnya mau sekali menghadiri kegiatan tersebut hanya saja undangan itu diperuntukkan ke bagian umum. Alasan Kabag Humas ini dianggap tidak masuk akal oleh panitia karena undangan yang dilayangkan itu tujuannya ke Bupati agar bisa hadir dalam kegiatan mereka.
“Jadi undangan itu ditujukan ke Bupati dan melalui bagian umum,”kata ketua panitia Ahmad Jafar.(aji)











