Halmaherapedia– Budi Mulyoni (25 tahun), tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Mahasiswa Fakultas Teknik Univeristas Khairun Ternate ini tak menyangka mendapatkan bantuan bantuan kaki palsu yang diserahkan pemerintah Provinsi Maluku Utara. Bantuan ini disambut haru dan bahagia karena bisa membantunya memudahkan dalam aktivitas keseharian. “Saya sampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi terutama ibu gubernur karena telah membantu saya,”katanya saat menerima bantuan tersebut Selasa (9/11/2025) lalu Budi Mulyono yang juga menjalankan bisnis kopi itu mengungkapkan harapannya agar bantuan ini dapat diikuti juga dengan perhatian pemerintah berupa bantuan modal usaha. Tujuannya agar bisa lebih memperlancar usaha yang saat ini sedang dilakukan.
“Saya ingin menjadi ASN, tetapi tetap melanjutkan bisnis kopi. Meski dengan modal yang masih terbatas,” kata Budi penuh semangat.
Selain Budi hal senada juga disampaikan Merianti Kaitulang (7), anak dengan riwayat sakit kejang-kejang. Melalui ibundanya Merianti, Saona Dodowor, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah melalui Gubernur Sherly yang telah memberikan bantuan kepada mereka.
“Anak kami saat ini sudah mulai ada perubahan dan semakin membaik. Semoga dia pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti anak-anak lainnya,” harapnya.
Sebelumnya, pada Selasa (9/12/2025) Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) bersama Balai Wasana Bahagia Kementerian Sosial menyerahkan sejumlah alat bantu bagi penyandang disabilitas di Panti Sosial Wasana Bahagia Ternate. Acara yang dihadiri langsung Gubernur Malut, Sherly Tjoanda ini, juga adalah memperingati Hari Kesetiakawanan tahun 2025. Penyerahan bantuan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sebagai upaya pemerintah memberikan harapan dan solusi pemberdayaan agar para penerima manfaat dapat beradaptasi dan kembali beraktivitas secara normal. Gubernur saat penyerahan itu menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkolaborasi. Termasuk Balai Kementerian Sosial (Kemensos), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Direktur Rumah Sakit.

“Hari ini kita tidak hanya memberikan alat bantu berupa kaki palsu, tapi kita memberikan harapan,” ujar Gubernur. Fasilitas ini penting bagi para penyandang disabilitas agar bisa beradaptasi dan tidak kehilangan harapan. Saya dorong agar para penerima bantuan tetap berjuang, tetap hidup optimis dan terus berubah,”harapnya.
Gubernur Sherly juga mendorong penerima bantuan yang masih muda untuk terus mengejar mimpi mereka. Saat itu Dia tidak hanya memberikan alat bantu, tetapi juga menawarkan solusi pemberdayaan ekonomi. Dicontohkan ada peluang pelatihan tenun untuk ibu- ibu, yang berpotensi menghasilkan pendapatan antara Rp2-3 juta per bulan. Karna itu Sherly meminta Kepala Panti Wasana Bahagia segera berdiskusi dan mencari solusi mengenai jenis pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan para penyandang disabilitas di rumah. Dia turut mempertegas komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam mencari jalan keluar bagi kesejahteraan masyarakat.
“Melalui Kemensos dan Dinsos, kita cari solusinya,” tambah Gubernur.
Kepala Panti Sosial Wasana Bahagia, Osep Mulyani, menjelaskan penyerahan bantuan kali ini meliputi: 11 unit Kaki Palsu, Kursi Roda. Kegiatan secara simbolis ini sebelumnya sudah dibagikan di 10 Kabupaten/Kota). Tongkat Netra (Termasuk tongkat pintar yang dilengkapi bunyi untuk pemula), New Walker (Alat bantu belajar berjalan, baik untuk pasien post-stroke maupun anak dengan cerebral palsy CP). Osep berharap kolaborasi pemerintah daerah dan panti yang baik ini, dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang lebih optimal, dan para penerima manfaat bisa hidup lebih sejahtera.(aji/)











