Bahagia Dibantu Kaki Palsu, Disabilitas Berharap  ada Modal Usaha

Daerah, Headline215 Dilihat

 Halmaherapedia– Budi Mulyoni (25 tahun), tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Mahasiswa Fakultas Teknik Univeristas Khairun Ternate ini tak menyangka mendapatkan bantuan  bantuan kaki palsu yang diserahkan    pemerintah Provinsi Maluku Utara. Bantuan ini disambut haru dan bahagia karena bisa membantunya memudahkan dalam aktivitas keseharian. “Saya sampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi terutama ibu gubernur karena telah membantu saya,”katanya saat menerima bantuan tersebut Selasa (9/11/2025) lalu Budi Mulyono yang juga menjalankan bisnis kopi itu mengungkapkan harapannya  agar bantuan ini dapat diikuti juga dengan  perhatian pemerintah berupa bantuan modal usaha. Tujuannya  agar bisa lebih memperlancar usaha   yang saat ini sedang dilakukan.

“Saya ingin menjadi ASN, tetapi tetap melanjutkan bisnis kopi. Meski dengan modal yang masih terbatas,” kata Budi penuh semangat.

Selain   Budi  hal senada  juga disampaikan  Merianti Kaitulang (7),  anak dengan riwayat sakit kejang-kejang. Melalui ibundanya Merianti, Saona Dodowor, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah melalui  Gubernur Sherly  yang telah memberikan bantuan kepada mereka.

“Anak kami saat ini sudah mulai ada perubahan dan semakin membaik. Semoga dia pulih dan bisa  kembali beraktivitas seperti anak-anak lainnya,” harapnya.

Sebelumnya, pada Selasa (9/12/2025) Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) bersama Balai Wasana Bahagia Kementerian Sosial  menyerahkan  sejumlah alat bantu bagi penyandang disabilitas di Panti Sosial Wasana Bahagia Ternate. Acara yang dihadiri langsung Gubernur Malut, Sherly Tjoanda  ini, juga adalah   memperingati Hari Kesetiakawanan tahun 2025. Penyerahan bantuan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sebagai upaya pemerintah  memberikan harapan dan solusi pemberdayaan agar para penerima manfaat dapat beradaptasi dan kembali beraktivitas secara normal. Gubernur saat penyerahan itu menyampaikan apresiasi kepada  semua pihak yang telah berkolaborasi. Termasuk Balai Kementerian Sosial (Kemensos), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Direktur Rumah Sakit.

Gubernur menyerahkan langsung kaki palsu kepada para penerima,foto HUMAS

“Hari ini kita  tidak hanya memberikan alat bantu berupa kaki palsu, tapi kita memberikan harapan,” ujar Gubernur. Fasilitas ini  penting  bagi para penyandang disabilitas agar bisa  beradaptasi dan tidak kehilangan harapan. Saya  dorong agar para penerima bantuan tetap berjuang,  tetap hidup optimis dan terus berubah,”harapnya.

Gubernur Sherly juga mendorong  penerima bantuan yang masih muda untuk terus mengejar mimpi mereka. Saat itu  Dia  tidak hanya  memberikan alat bantu, tetapi  juga menawarkan solusi pemberdayaan ekonomi.  Dicontohkan  ada peluang pelatihan tenun untuk ibu- ibu, yang berpotensi  menghasilkan pendapatan antara   Rp2-3 juta per bulan. Karna itu  Sherly  meminta Kepala Panti Wasana Bahagia  segera berdiskusi dan mencari solusi mengenai jenis pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan para penyandang disabilitas di rumah. Dia turut  mempertegas komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam mencari jalan keluar bagi kesejahteraan masyarakat.

“Melalui Kemensos dan Dinsos, kita  cari solusinya,” tambah Gubernur.

Kepala  Panti Sosial Wasana Bahagia, Osep Mulyani, menjelaskan  penyerahan bantuan kali ini meliputi: 11 unit Kaki Palsu, Kursi Roda. Kegiatan  secara simbolis ini sebelumnya sudah dibagikan di 10 Kabupaten/Kota). Tongkat Netra (Termasuk tongkat pintar yang dilengkapi bunyi untuk pemula), New Walker (Alat bantu belajar berjalan, baik untuk pasien post-stroke maupun anak dengan cerebral palsy CP). Osep berharap kolaborasi  pemerintah daerah dan panti yang baik ini, dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang lebih optimal, dan para penerima manfaat bisa hidup lebih sejahtera.(aji/)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *