Home Headline Hasby Yusuf: Pemprov Lebih Bela Korporasi Ketimbang Warganya
HeadlinePeristiwa

Hasby Yusuf: Pemprov Lebih Bela Korporasi Ketimbang Warganya

Bagikan
Hasby Yusuf,foto RRI
Bagikan

Halmaherapedia- Proses hukum 11 Warga Maba Sangaji Halmahera Timur (Haltim) adalah bentuk  ketidakberpihakan Pemerintah terhadap warganya.  Penegasan ini disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Maluku Utara, Hasby Yusuf menyoroti nasib warga yang ditahan  usai aksi protes  terkait tanah adat yang diserobot serta sungai Maba Sangaji diduga tercemar  karena aktivitas pertambangan  dari PT Position.

Terkait soal ini dia meminta ada keadilan hukum bagi  11 Warga Maba Sangaji tersebut.  ia lantas  mempertanyakan komitmen negara atas perlindungan warga adat yang memperjuangkan lingkungan hidup dan tanah adat mereka. “Kasus ini mencerminkan negara  lebih berpihak ke korporasi. Lalu warga harus jadi korban. Kami minta 11 warga dibebaskan tanpa syarat, mereka bukan pelaku kriminal, tapi berjuang untuk ruang hidup,” kata Hasby kepada Halmaherapedia, Selasa (22/7/2025).

Kata dia, penangkapan  11 warga Maba Sangaji yang memperjuangkan tanah dan ruang hidup ini sewaktu-waktu bisa terjadi bagi warga lain atas nama investasi. Padahal  selama ini yang dilakukan korporasi itu merusak  lingkungan  dengan mencemari sungai dan laut. kata dia aparat kepolisian  tidak selayaknya mengkriminalisasi warga lokal yang memperjuangkan tanah.

“ Yang terjadi saaat ini   bentuk buruknya hukum di negeri ini. Penangkapan 11 warga ini bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan secara nyata,” tugas Wakil Ketua Badan Kehormatan DPD RI ini.

Hasby yang juga Sekretaris Korps Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Malut ini turut menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemda  Halmahera Timur yang abai atas penangkapan 11 warga ini. Sebab  sampai saat ini tak ada upaya yang dilakukan untuk membebaskan   warga yang ditahan. “Sebagai wakil Pempus di daerah Pemprov justru cenderung membela korporasi tambang.  Sejauh ini pemerintahan di daerah tidak punya sikap jelas. Mereka dipilih oleh warga sebagai pimpinan tapi masalah rakyat tak dapat diselesaikan. Saya bisa bilang Gubernur berkhianat kepada warga Malut,” pungkasnya.(aji/adli)

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
HeadlinePolmas

10 Calon  Anggota KI  Malut 2025 – 2029 Fit and Proper Test

Ternate— Seleksi Calon anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Maluku Utara  memasuki tahap...

DaerahHeadline

Pemuda Kao Persoalkan Mangkraknya  217 Rumah Tak Layak Huni

KAO— Pembangunan  217 unit rumah tematik di Desa Kao, Kecamatan Kao, Halmahera...

DaerahHeadline

Lahan Eks PT Darco di Sofifi  akan Diusulkan jadi PSN

Rencana Dibangun  Fasilitas Kodam Maluku Utara TERNATE–Lahan eks Hak Guna Bangunan (HGB)...

Headline

Pasar Digital Terbuka Bagi Pengusaha  Malut

Hamaherapedia.com--- Pengusaha  Maluku Utara yang bergerak di berbagai bidang usaha,sudah seharusnya memasuki...