Halmaherapedia— Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Muhajirin Bailusy, menggelar reses menyerap aspirasi warga yang diwakili. Kegiatan ini dipusatkan di Kantor Kecamatan Pulau Ternate di Kelurahan Jambula pada Rabu (13/5/2026). Kesempatan ini Muhajirin ingin mendengar aspirasi dari warga di tiap kelurahan di kecamatan Pulau Ternate.
“Sedianya kegiatan ini dilakukan di kelurahan tapi kali ini saya minta di kecamatan untuk libatkan para lurah sehingga aspirasi terserap secara menyeluruh dari seluruh kelurahan,” ujar Muhajirin dalam reses itu.
Dia bilang sebelumnya aspirasi tidak bisa terserap 100 persen. Mungkin dengan model seperti ini bisa terkover. secara keseluruhan. Kesempatan itu dia juga menyampaikan bahwa jika bicara kebutuhan masing-masing kelurahan maka bicara dulu alokasi anggaran negara untuk daerah masing masing. Anggaran dua tahun ini berbeda karena ada efesiensi.
Dana ke kabupaten kota dipotong kurang lebih mencapai Rp300 miliar lebih. Di Pemprov yang mulanya dirancang dengan DPRD dengan pemerintah kurang lebih Rp3 T lebih disepakati namun dilakukan efesiensi dan tertinggal Rp2,7 Triliun karena efesiensi. “Dampaknya kemudian terjadi pemotongan anggaran juga ke Kabupaten/Kota termasuk di Ternate. Kota Ternate dana yang dipotong antara 70 hingga 100 M karena itu APBD kota tersisa kurang lebih Rp1′ 9 T.
“Kami sadar sampai sat ini hutang Pemprov ke kota melalui DBH juga besar yang belum terelisasi. Catatan lain yang harus dijaga pada 2027 Pempus lewat UU fiskal akan membatasi belanja pegawai tinggal 30 persen. Regulasi yang disahkan pada 2022 itu akan direalisasikan pada 2027.
Terkait soal pembangunan infrastruktur di Ternate baik. Beberapa catatan Ternate punya PAD cukup signifikan tapi pembebanan yang besar. Hal ini turut mendapat perhatian DPRD.
“Setiap rapat disampaikan bahwa DBH kota harus dikucurkan. Biasa transfer DBH di akhir Desember,”katanya.
Meski kondisi keuangan dilakukan efesiensi tetapi kontribusi anggota DPRD Provinsi ke kota lewat dana aspirasi masih berlangsung di beberapaa titik kelurahan baik bantuan rumah ibadah nelayan dan infrastruktur lainnya sesuai peruntukan kewenangannya. Dua tahun ini dana aspirasi sangat membantu. Tapi tahun ini dilakukan efesiensi maka ke depannya nanti dilihat lagi.

Warga Suarakan Masalah Infrastrutur
Di kelurahan Jambula misalnya ada beberapa masalah yang jadi masalah terutama terkait infrastruktur. Misalnya brake water di tepi pantai dan saluran air di pinggir jalan provinsi. Usulan berulang kali soal saluran air karena setiap terjadi hujan
Buhari Lurah Jambula menyampaikan bahwa terkait saluran air yang belum dibuat. Akhirnya saat terjadi hujan air meluap dan masuk ke rumah warga di RT 8. Selain itu ada rumah ibadah saat ini masih dalam proses pembangunan. Selain itu ada pagar 4 TPU belum semua memiliki pagarnya.
Nuncar Umagapi Lurah Taduma juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan masalah infrastrutur di kelurahan ini. Misalnya break water yang perlu dibangun karena abrasi sangat mengancam rumah rumah warga di Taduma.Begitu juga ada pembangunan masjid yang butuh bantuan.Karena itu dia meminta agar Pemprov melalui DPRD diminta untuk memperhatikan aspirasi yang mereka sampaikan.

Sementara Lurah Foramadiahi Muhlis Abjan menyuarakan perlunya membangun penerangan menuju makam Sultan Baabullah.Menurutnya penerangan di makam itu perlu di dukung . Terutama di sepanjang jalan menuju makam Baabullah. Begitu juga perbatasan Kelurahan Foramadiahi perlu diperhatikan dengan dibangun pembatas untuk mengindarkan pengendara dari kecelakaan.
Terkait penyampaian warga ini, menurut Muhajirin sifatnya usulan. DiTakome yang minta suport dana reses ke masjid 2027 nanti akan diddorong. Jika ada kerusakan di beberapa bagian karena abrasi kalau skalanya besar maka dikomunikasikan ke BWS dan Pemprov sdh jalan. “Soal keluhan – keluhan dan aspirasi ini nanti ada waktu lowong saya bisa fasilitasi dengan mengkomunikasikan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) . Sementara untuk makam Baabullah nanti dikomunikasikan dengan Balai Pelestarian Kebudayaan. Tentu bersama bersama ibu bapak untuk mengkoneksikan keluhan ini,”ujar Muhajir.
Komentar