Halmaherapedia—Musim kemarau kali ini dirasakan berbeda dari sudah pernah terjadi sebelumnya. Sejumlah petani di Halmahera Utara menyampaikan jika kemarau kali ini meski baru lima bulan, hampir semua tanaman produktif seperti pala dan cengkih mati mengering meskipun sudah disiram setiap hari.
“Kemarau kali ini sangat berbeda saya pernah alami kemarau tahun 1981 tetapi tanaman pala mauoun cengkih mati seperti sekarang. Baru lima bulan kemarau semua sudah mati dan mengering,” keluh Abner Tukang warga Desa Lelesang Kecamatan Kao Barat Rabu (29/6/2026).
Abner yang juga seorang guru dan juga petani di kampung ini bercerita sudah ada puluhan pohon pala miliknya telah mati. Sebelum pohon-pohon pala itu mati, dia sudah berusaha maksimal untuk melakukan penyiraman setiap hari. Hanya saja pala miliknya tetap mati.
“Penyiraman kami lakukan sebelum pala layu. Meski penyiraman terus -menerus tanaman tetap mati,” keluhnya.
Proses penyiraman tidak dilakukan satu dua kali saja tetapi setiap hari. Untuk tiap pohon disiram menggunakan 1 galon air. Air itu dari sungai maupun diangkut menggunakan mobil dari rumah.
Abner lantas bercerita, saat kemarau di tahun 1981, walau hingga 9 bulan masyarakat tidak merasakan dampak seperti sekarang ini. Berbeda dengan kemarau yang terjadi pada 2026, meski panasnya baru empat bulan, semua tanaman di kebun sudah mati.

Abner mengaku, pohon pala miliknya 7 pohon sudah mati. Sementara sebagian besar sudah layu karena kekurangan air.
“Semua pala yang mati ini di masa produktif dengan buah yang sangat banyak,”pungkasnya. (mg-1)
Komentar