Halmaherapedia- Kota Ternate dan sebagian wilayah di Maluku Utara sudah diguyur hujan kurang lebuh dua hari, yakni Selasa dini hari dan Jumat (16/10/2026) dini hari.
Meski sudah turun hujan dan air membasahi permukaan hutan dan lahan, kabut asap belum beranjak. Di Ternate terutama dalam kota juga masih tertutup kabut asap. Gunung Gamalama dilihat dari pusat kota juga tidak keliatan.Puncak Gamalama yang berjarak hanya sekira 4,9 kilometer tertutup kabut asap pekat. Bahkan udara masih berbau asap dan mata perih saat diterpa angin ketika berkendara. Sementara Pulau Halmahera di Timur Ternate tertutup kabut asap pekat.
Lantas apa sebenarnya membuat kabut asap tidak bisa beranjak dari daerah ini?
Koordinator BMKG Provinsi Maluku Utara, Desindra Deddy Kurniawan, kepada media Rabu (14/6/2026) menyampaikan bahwa, kabut asap yang menyelimuti wilayah Maluku Utara sejak Senin 12 Oktober 2026 berasal dari beberapa titik hotspot di Halmahera dan Kota Ternate terutama dampak Kebakaran TPA.
Selain itu ada juga kabut asap kiriman dari daerah tetangga seperti Papua. Menurutnya, pergerakan angin yang mengarah dari Papua menuju wilayah Maluku Utara dan Sulawesi membawa asap Karhutla membuat kualitas udara di Maluku Utara jadi rendah. Bahkan jarak pandang di bawah 1 kilometer sehingga mengganggu aktivitas penerbangan termasuk aktivitas penyeberangan antar pulau.
“Yang perlu diwaspadai masyarakat adalah asap Karhutla karena berdampak buruk bagi kesehatan. Semoga fenomena asap kiriman ini cepat selesai sehingga aktivitas masyarakat bisa normal, terutama aktivitas di penerbangan melalui Bandara Baabullah,” katanya.
Pihak BMKG juga belum bisa memprediksi kapan kabut ini hilang. Menurut mereka bergantung pada dua faktor. Arah angin dan penanganan sumber kebakaran.
Soal kejadian ini, Dinas Kesehatan Kota Ternate mengaku telah melakukan beberapa langkah. Terutama terkait dampak asap kiriman yang sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
“Kami mengedukasi masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar,” kata Fathiyah Suma Kadis Kesehatan Kota Ternate.
Dinkes membagi masker bagi warga termasuk anak-anak dan lansia, serta membuka layanan kesehatan di wilayah terdampak kebakaran di Ternate.
“Kami juga pantau layanan di sejumlah Puskesmas dan menjamin biaya pengobatan bagi warga terdampak yang butuh penanganan lanjut ke rumah sakit,” kata Fatiyah.(aji)
Komentar