Home Ekonomi Saatnya Kelola Sektor Perikanan, Tak Bisa Bergantung ke Industri Ekstraktif
EkonomiHeadline

Saatnya Kelola Sektor Perikanan, Tak Bisa Bergantung ke Industri Ekstraktif

Bagikan
Nelayan tuna Maluku Utara salah satu pemberi kontribusi produksi perikanan nasional, foto MDPI
Bagikan

Halmaherapedia- Pengembangan ekonomi biru melalui optimalisasi sektor perikanan menjadi strategi utama pemerintah daerah  mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Maluku Utara tidak bisa terus bergantung pada sektor ekstraktif. Daerah ini memiliki anugerah laut yang luar biasa. Data menunjukkan potensi perikanan  baru termanfaatkan sekitar 61%.

“Ini adalah peluang besar yang harus kita optimalkan melalui pendekatan ekonomi biru,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin Abdul Kadir dalam kegiatan Kie Raha Economic Forum (KREF) yang digelar Bank Indonesia di Aula Maitara Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku Utara, Selasa siang (18/8/2026)

“Kita tidak bisa terus bergantung pada sektor ekstraktif. Maluku Utara punya anugerah laut yang luar biasa. Data menunjukkan potensi perikanan kita baru termanfaatkan sekitar 61%. Ini adalah peluang besar yang harus kita optimalkan melalui pendekatan ekonomi biru,” ujar Sekda.

Persoalan utama sektor perikanan Maluku Utara bukan pada ketersediaan sumber daya, melainkan  lemahnya sistem pendukung.

“Kita belum punya infrastruktur memadai, seperti cold storage, industri pengolahan, dan sistem distribusi. Akibatnya, nilai tambah tidak dinikmati secara optimal oleh nelayan,” jelasnya.

Untuk perikanan budi daya, potensi lahan mencapai 81.316,99 hektare. Namun, tingkat pemanfaatan pada 2019 baru 0,56%. Sebanyak 98,9% produksi budi daya Malut masih didominasi rumput laut.

Menurutnya, ada empat strategi optimalisasi yang didorong Pemprov, pertama percepatan hilirisasi hasil perikanan membangun infrastruktur pendukung, seperti cold storage, industri pengolahan, dan SPBUN. Tujuannya agar produk perikanan diolah di daerah sehingga nilai tambah tetap berada di Maluku Utara.

Kedua,  melakukan pengembangan Perikanan Budi Daya Berkelanjutan.

Pemerintah akan mendorong ekstensifikasi komoditas unggulan: udang vaname, rumput laut, kakap, kerapu, dan lobster, sekaligus melakukan revitalisasi tambak rakyat untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing.

Ketiga, penguatan Kampung Nelayan Merah Putih. Hal ini dilakukan dengan melakukan kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan diperkuat untuk penyediaan sarana, pelatihan, akses pembiayaan, dan perluasan pasar bagi nelayan serta UMKM pesisir.

Keempat  pengelolaan berkelanjutan berbasis zonasi. Pemprov Malut mendukung penerapan zonasi di WPPNRI 714, 715, dan 718 yang meliputi Laut Banda, Laut Halmahera, hingga Laut Arafuru. Pengelolaan dilakukan berbasis data dan sains agar sumber daya tetap lestari.

“Prinsip ekonomi biru itu jelas. Ekonomi tumbuh, masyarakat pesisir sejahtera, dan ekosistem laut tetap terjaga untuk generasi mendatang. Laut Maluku Utara bukan hanya kebanggaan daerah, melainkan juga sumber kesejahteraan yang harus kita kelola bersama,”katanya.

Dengan strategi ini, pemerintah menargetkan produksi perikanan tangkap dan budi daya dapat mencapai 750.000 ton per tahun dan menyerap tenaga kerja lebih dari 30 ribu orang.(aji)

 

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
HeadlineNawala

Majelis Ta’lim Alkhaeriah Ake Gaale Dilantik, Turut Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

 Halmaherapedia-- Pengurus Majelis Ta’lim Alkheriah Lingkungn Ake Gaale Kelurahan Sangaji Kota Ternate...

HeadlineMorotai

Ketika Jepang Datang dan Telusuri Jejak Perang Dunia Ke-II di Morotai 

 Teruo Nakamura, Bukti Orang Terakhir Jepang Pulang Hidup Tahun 1975 Halmaherapedia- Pulau...

HeadlineKota Ternate

Perjuangan Esau Sidemo, 26 Hari Bertarung Nyawa di Samudera Pasifik

Temui Hal Mistis hingga Lumba- lumba sebagai Penunjuk Pertolongan Fajar mulai menyingsing...

DaerahHeadline

Pemprov Malut  Godok  Empat Rancangan Pergub

 Sedang Lakukan Harmonisasi dengan Kementerian Hukum Halmaherapedia--Pemerintah provinsi Maluku Utara sedang menggodok ...