Halmaherapedia– Jumlah penderita virus human immunodeficiency (HIV) di Kota Ternate terbilang tinggi dan sangat mengkhawatirkan. Virus HIV yang menyerang dan merusak kekebalan tubuh itu,terbilang mengkhawatirkan.
Data resmi Pemerintah Kota Ternate menyebutkan per 2007 hingga Oktober 2025 ini sudah menyentuh angka 1530 penderita. Jumlah itu 479 penderitanya telah meninggal dunia.
Saat ini penderita atau Orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) mencapai 1051 orang. Sementara yang sedang menjalani pengobatan mencapai 412orang. Sementara ODHIV Lost to Follow Up atau yang putus tindak lanjut atau pasien yang berhenti minum obat anti retro viral (ARV),ada 339 orang, ODHIV yang pernah masuk perawatan berjumlah 300, sementara yang dirujuk keluar sebanyak 138 orang.
Gamal dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), salah satu lembaga yang concern dampingi penderita HIV dan AIDS di Kota Ternate menyampaikan bahwa, sesuai data dan penderita yang didampingi kebanyakan karena hubungan seksual, baik laki-laki dan perempuan dan juga laki-laki dengan laki-laki.
Aktivis Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Utara yang ikut melakukan pendampingan dan advokasi para penderita ODHIV di Maluku Utara, menjelaskan, kasus yang terjadi setiap tahun terus meningkat. 2011, yang terjadi baru 100 orang lebih setelah hamper 15 tahun terus naik hingga mencapai 1500 orang lebih.
“Kasus HIV itu sifatnya fenomena gunung es. Artinya dari 1 kasus ada 10 orang yang kemungkinan terjangkit dan itu tidak terdeteksi. Karena itu banyak orang berpeluang terjangkiti penyakit mematikan tersebut,”kata Gamal saat menghadiri diseminasi hasil riset Program Comprhehensive Assesment for Resillience and Empowerment (CARE) untuk pejuang HAM dan Lingkungan di Hotel Bela Ternate Sabtu (13/12/2025).

Menurutnya, ada 6 kelompok yang berpotensi menularkan penyakit ini umumnya dikenal sebagai populasi kunci, yaitu Lelaki Suka Lelaki (LSL), Waria/Transgender, Pekerja Seks (PS), Pengguna Narkoba Suntik (Penasun), ibu hamil (yang bisa menularkan ke bayi), dan Pasangan dari Penderita HIV (PPLHIV).
Di Kota Ternate kelompok yang paling banyak menularkan dan tertular itu adalah dari Lelaki Seks Lelaki (LSL) yang bisa lewat anal atau oral.
“Terjadi sejak 2021 hingga 2025 ini. Kasus terbanyak adalah lelaki seks lelaki (LSL),” jelas Gamal.
Dia juga cerita ketika program awal i PKBI Sulut masuk ke Malut menemukan terbanyak tertular HIV itu dari ibu rumah tangga. Kasus terus naik pada 2013 ada 300 kasus lebih tertinggi menularkan adalah pengguna narkoba suntik dan para lelaki yang suka jajan di luar. Saat ini tertinggi adalah para penyuka sesama jenis.
Saat pembahasan riset yang focus asesmen memetakkan tantangan kesehatan mental, risiko psikososial kerja dan kebutuhan dukungan bagi para pembela Hak Azasi Manusia (HAM) dan Lingkugan itu, yang dilaksanakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu, Gamal menuturkan persoalan kerja mengadvokasi para penderita penyakit ini perlu mendapatkan perhatian terutama tekanan psikis yang mereka hadapi.(aji)











