Home Daerah Dishut Gelar FGD RKTP 2015-2035
Daerah

Dishut Gelar FGD RKTP 2015-2035

Bagikan
Bagikan

Halmaherapedia- Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kehutanan menggelar Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Revisi Rencana Kehutanan Tingkat Provinsi (RKTP) Tahun 2015-2034. Acara ini berlangsung di Gamalama Ballroom Hotel Bella ini, dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.
FGD ini dihadiri para narasumber, dari Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan wilayah, Agraria dan Tata Ruang Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dirjen Planologi Kehutanan, Dirjen Perhutanan Sosial serta Kepala Bappeda. Pesertanya sebanyak 80 orang terdiri dari OPD Lingkup Provinsi Maluku Utara, UPT Kemenhut Wilayah Provinsi Maluku Utara, Akademisi, Profesional dan LSM serta komunitas lokal.
Saat membuka kegiatan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menekankan pentingnya revisi rencana kehutanan sebagai landasan pengelolaan hutan untuk 20 tahun ke depan. “Kebijakan nasional, dinamika politik, serta arah pembangunan RPJMD 2025-2029 menuntut kita meninjau kembali dokumen ini, bukan sekadar rutinitas tahunan,” ujarnya.
“Saat ini telah dialokasikan 252.813 hektar lahan untuk 41.000 kepala keluarga. Namun, pemberdayaan penerima manfaat masih belum optimal. Kami berharap FGD ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret meningkatkan efektivitas program tersebut,” tambahnya.
Revisi RKTP 2015-2034 akan fokus pada tiga pilar utama yakni Optimalisasi pemanfaatan ruang untuk mendukung pengembangan komunitas, perumahan, dan perkebunan berkelanjutan. Peningkatan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam pengelolaan hutan sosial. Penyesuaian kebijakan dengan agenda nasional, termasuk target produksi hasil hutan yang berkelanjutan. Gubernur Sherly, juga menekankan pentingnya dukungan nyata bagi sektor pertanian dan petani di wilayah tersebut.
“Jika kita melihat data produksi kelapa, saat ini kita hanya memiliki sekitar 158.000 butir kelapa, padahal potensi optimalnya dapat mencapai lebih dari satu juta butir. Ini menunjukkan masih banyak ruang untuk meningkatkan produktivitas,” ujarnya. Gubernur mengajak semua pihak, termasuk kementerian, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, bersinergi dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam di Maluku Utara.(aji)

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DaerahHeadline

Pemprov Buat Konsultasi Publik Perkada Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Halmaherapedia–Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi menggelar agenda Konsultasi Publik Penyusunan Peraturan Kepala...

DaerahHeadline

Tindaklanjut Temuan BPK, Taliabu Terendah, Tidore Tertinggi   

Halmaherapedia- Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Maluku Utara menggelar Kegiatan Pemantauan Tindak...

DaerahHeadline

PAD Malut 2025 Capai 103,54 Persen, Tapi Masalah Masih Mengadang  

Halmaherapedia—Pendapatan daerah Maluku Utara pada tahun 2025,mengalami kenaikan cukup signifikan. Pendapatan daerah...

DaerahHeadline

Wagub: Perlu Pegang 3 Pilar Utama Berbahasa

Halmaherapedia--Generasi muda Maluku Utara harus memegang teguh tiga pilar utama dalam urusan...