Halmaherapedia- Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI mendorong pengelolaan situs budaya sebagai ruang publik dan destinasi wisata untuk pengembangan ekonomi . Hal ini disampaikan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon saat mengunjungi Kedaton Kesultanan Ternate Kamis, (27/11/2025).
Fadli mengatakan pelestarian budaya tidak hanya berarti menjaga tradisi, melainkan juga memanfaatkan budaya sebagai kekuatan sosial dan ekonomi. Ia mencontohkan sejumlah negara-negara luar yang berhasil menjadikan budaya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, semisal Hollywood di Amerika, K-Pop dan drama Korea di Seoul.
“Ini menjadi contoh bahwa budaya dapat menjadi mesin ekonomi. Indonesia pun punya peluang yang sama dengan kekayaan tradisi yang luar biasa. Kami tentu akan mendorong budaya dan tradisi untuk dikelola jadi tulang punggung ekonomi,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.
Politisi Gerindra ini mengaku, pemerintah tengah mendata seluruh kesultanan dan museum di Indonesia, untuk masuk dalam program kerjasama, rehabilitasi, dan promosi budaya. Kesultanan Ternate termasuk di dalam prioritas, karena nilai sejarahnya yang panjang. Hal itu guna mengembangkan cagar budaya yang dimiliki Indonesia dan dapat dikembangkan sebagai pusat ekonomi.
“Promosi budaya harus diperluas. Diplomasi kebudayaan kini menjadi salah satu agenda strategis kami. Sehingga kedepan bisa menjadi sumber ekonomi bagi rakyat dan negara,” tuturnya.
Ia menambahkan Kemenbud juga berencana memperkuat ekosistem budaya di Ternate melalui pelatihan, capacity building, kegiatan festival, dan aktivasi ruang budaya.
“Kalau dikelola dengan manajemen yang baik, kawasan kesultanan dapat menjadi wisata budaya yang hidup—bukan hanya lokasi historis, tetapi tujuan wisata yang menghasilkan pemasukan bagi masyarakat,” pungkasnya.(adil)

















