Halmaherapedia— Ruas jalan darat yang menghubungkan Ibukota Provinsi Maluku Utara di Sofifi ke bagian selatan pulau Halmahera tak kunjung tuntas. Jalan dari Payahe Dehepodo-Saketa itu sudah tak terhitung berapa kali disuarakan. Kondisi jalan paling parah terlihat di ruas jalan dari Deheopodo Oba selatan Kota Tidore Kepulauan menuju perbatasan Halmahera Selatan dari Desa Batulak hingga k Desa Samo di Gane Barat Utara.

Jalan ini sudah kurang lebih 30 tahun kondisinya tetap sama. Masyarakat hingga kini masih menanti entah kapan jalan ini bisa selesai dibangun. Bahtiar Ibrahim warga Batulak Halmahera Selatan misalnya, menyampaikan bahwa membangun ruas jalan provinsi ini mesti ada niat baik pemerintah Provinsi. Sepertinya niat baik memperbaiki jalan ini belum sepenuhnya. Buktinya sudah berulangkali jalan ini dikerjakan tetapi seperti air menetes.
Hanya titik titik tertentu dikerjakan, Setelah itu datang lagi dikerjakan satu titik. Sehingga ketika jalan tersambung semua sudah rusak . “Sebagai warga prihatin dengan kondisi jalan ini. Menjadi kebutuhan utama masyarakat, akses antar kampung hingga ke ibukota provinsi, maka mesti diperhatikan serius. Sudah tiga gubernur berlalu, jalan ini tetap saja tak bisa dilalui dalam kondisi baik,” keluhnya.

Kondisi saat ini semakin miris, setelah ada jembatan penghubung yang berada di Desa Sigela Yehu Tidore Kepulauan ambruk Jumat (8/8/2025). menyebabkan akses warga putus.
Pemerintah Provinsi sendiri menyampaikan telah merespon kejadian ini. Namun demikian masyarakat sangat butuh ada alternatif jembatan darurat agar akses bisa terbuka. Dikutip dari laporan RRI.co.id Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengaku sudah menurunkan tim terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke lokasi dan melakukan identifikasi awal.
“Mereka sudah ada di lokasi akukan asesmen kerusakan,” kata Gubernur Sherly Jumat kemarin. Nanti melalui identifikasi itu dirumuskan langkah penanganannya secara menyeluruh. Karena berhubungan dengan akses masyarakat, penanganan darurat segera dilakukan dengan membuka akses sementara.
“Kita pastikan dulu masyarakat tetap bisa melintas menggunakan jalur sementara, sambil menunggu proses perbaikan jembatan yang rusak,” kata Gubernur.
Senada soal ini, Plt. Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar mengaku sudah turun ke lokasi dan sedang membangun jembatan darurat sebagai solusi cepat membuka akses.(aji/rri.co.id)
















