Home Daerah RSUD dr. H. Chasan Boesoiri  Sukses Lakukan Coiling Aneurisma
DaerahHeadline

RSUD dr. H. Chasan Boesoiri  Sukses Lakukan Coiling Aneurisma

Bagikan
Bagikan

Hasil Kolaborasi dengan  RSPON   Mahar Mardjono Jakarta

Halmaherapedia —Aneurisma otak adalah kondisi yang dialami manusia ketika dinding pembuluh darah (arteri) di otak melemah dan menipis, sehingga membentuk pelebaran atau tonjolan seperti balon atau buah beri (berry aneurysm). Jika tekanan darah menekan dinding yang rapuh ini, aneurisma dapat pecah dan memicu perdarahan otak yang berbahaya (stroke hemoragik). (https://www.halodoc.com/kesehatan/aneurisma-otak)

Untuk mengatasi masalah ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Chasan Boesoiri Ternate berkolaborasi dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta,   sukses melaksanakan tindakan intervensi melalui coiling aneurisma  Rabu (4/11/2026).

Tindakan yang terbilang perdana di Maluku Utara  ini adalah bagian dari program jejaring pengampuan layanan stroke nasional yang diinisiasi Kementerian Kesehatan RI. Program ini bertujuan memperluas akses penanganan medis tingkat tinggi bagi masyarakat di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroon, menjelaskan lewat program ini, RSUD Chasan Boesoiri diampu langsung   RSPON Dr. Mahar Mardjono untuk layanan stroke, sedangkan untuk layanan jantung diampu oleh RS Jantung Harapan Kita Jakarta.

“Tim ahli dari RSPON  lakukan proctoring (pendampingan) tindakan coiling aneurisma perdana di Maluku Utara. Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas program ini karena manfaatnya luar biasa bagi masyarakat. Selama ini, kasus kelainan pembuluh darah otak seperti ini harus dirujuk ke luar daerah. Mulai hari ini, proses itu sudah bisa ditangani di sini,” ujar dr. Julys.

Melalui tindakan perdana ini, status pelayanan stroke di RSUD Chasan Boesoiri ditargetkan segera naik kelas dari posisi Utama menuju tingkat paripurna. Seluruh persyaratan ketat mutakhir kini telah dipenuhi. Dari ketersediaan  sarana dan alat kesehatan canggih (cath lab), hingga kesiapan tim medis multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis serta konsultan/subspesialis berkompeten.

Dalam sistem pengampuan nasional, RSUD Chasan Boesoiri   menerima transfer teknologi, ilmu, dan pendampingan langsung dari rumah sakit rujukan nasional (RSPON) untuk menangani penyakit dengan tingkat kesulitan tinggi.

“Sebagai rumah sakit pengampu wilayah regional, bertindak sebagai pusat pembina dan rujukan utama yang membawahi serta membina 10 RSUD kabupaten/kota di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara,” jelasnya.

Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoiri, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., menambahkan bahwa RSPON Dr. Mahar Mardjono menerjunkan enam orang tim ahli untuk mendampingi langsung dokter spesialis bedah saraf dan dokter spesialis saraf internal RSUD Chasan Boesoiri.

“Tujuannya   ke depan, tenaga medis kami dapat melakukan intervensi tindakan secara mandiri. Jika  ada kasus pembuluh darah otak yang tersumbat atau pecah, tidak perlu ada lagi rujukan ke luar Maluku Utara. Kami juga tengah mengajukan proses perizinan ke BPJS Kesehatan agar layanan canggih ini dapat sepenuhnya dibiayai dan diakses secara gratis oleh masyarakat peserta jaminan,” jelas dr. Rosita.

Menurutnya, metode ini memiliki keunggulan medis yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan operasi bedah terbuka (clipping) konvensional yang mengharuskan pembukaan tulang tengkorak. Metode intervensi ini bersifat minim sayatan karena hanya membutuhkan luka kecil di area paha atau tangan sebagai jalur masuk kateter ke pembuluh darah otak. Pasien akan merasakan rasa sakit yang minim karena tidak ada jaringan kepala atau otak yang disayat, sehingga proses pemulihan berjalan sangat cepat dalam hitungan hari hingga minggu.

Perwakilan tim ahli RSPON, dr. Riki, menyampaikan tindakan coiling dilakukan dengan menutup benjolan di dalam pembuluh darah untuk menekan risiko pecah akibat tekanan darah mendadak yang memicu stroke.

“Untuk kasus kompleks yang kita tangani hari ini adalah kasus pecah pembuluh darah di otak pasien laki-laki berusia 54 tahun dengan keluhan nyeri kepala hebat sebelumnya. Solusi yang diberikan adalah tindakan coiling yang dikombinasikan dengan pemasangan stent untuk menstabilkan pembuluh darah. Alhamdulillah, tindakan berjalan lancar dan perawatan selanjutnya   dipantau secara berkala di RSUD,” jelas dr. Riki.

Tim dokter RSUD dr. H. Chasan Boesoiri turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran tindakan perdana ini. Melalui teknik penggumpalan pembuluh darah yang memanfaatkan jalur dari sela lipat paha, tim medis berhasil memaksimalkan penggunaan alat-alat canggih yang tersedia di rumah sakit dengan bimbingan dari tim RSPON.(aji)

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
HeadlineNasional

Karhutla Jadi Persoalan Multidimensi

 Peneliti Dorong Penguatan Tata Kelola dan Pencegahan Dampak kebakaran hutan dan lahan...

DaerahHeadline

HIMPSI Malut: 200 Kasus Narkoba Baru Sinyal Awal

 Siap Berkolaborasi untuk Perangi Narkoba     Halmaherapedia–Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Maluku...

DaerahHeadline

Malut Darurat Narkoba, BNNP Catat 200 Kasus dalam Empat Bulan

 Sasar Pengguna Usia 15–24 Tahun Halmaherapedia-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara...

DaerahHeadline

Dari Singkong Mati, Hutan Sagu Terbakar hingga Inflasi 5,72 Persen

Halmaherapedia-- Kemarau yang melanda Indonesia sudah memasuki bulan keenam. Kondisi ini benar-benar...