Home Menyapa Nusantara Wamentan:Indonesia komitmen keluar dari ketergantungan impor pangan
Menyapa Nusantara

Wamentan:Indonesia komitmen keluar dari ketergantungan impor pangan

Bagikan
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Bagikan

Jakarta, 29/6 (ANTARA) –  Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan Indonesia berkomitmen keluar dari ketergantungan impor pangan melalui peningkatan produksi dalam negeri sebagai bagian strategi memperkuat swasembada pangan nasional.

Menurut Sudaryono, pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menghentikan impor beras, jagung, dan gula, serta secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas pangan lainnya.

“Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada impor pangan. Atas arahan Presiden Prabowo, kita berkomitmen menghentikan impor beras, jagung, gula, dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas pangan lainnya,” kata Wamentan dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Dia menekankan hal tersebut saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Barat di Pontianak, Minggu.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu, menegaskan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan seiring penguatan produksi domestik.

Menurut dia penghentian impor sejumlah komoditas pangan menjadi bagian strategi pemerintah memperkuat swasembada nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

“Yang terpenting, petani Indonesia harus semakin sejahtera,” ujarnya.

Ia menegaskan, organisasi HKTI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan memastikan kesejahteraan petani meningkat seiring tercapainya swasembada pangan nasional.

“Petani tidak boleh lagi hidup susah. Petani padi, jagung, sawit, kopi, karet, hingga komoditas lainnya harus mendapatkan keuntungan dari hasil usahanya,” tegasnya.

“Pemerintah hadir memastikan pupuk tersedia, produksi meningkat, dan harga hasil panen tetap menguntungkan,” tambah Sudaryono.

Ia menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Adapun komoditas pangan yang telah swasembada dan surplus meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Ia menambahkan kemandirian pangan hanya dapat tercapai apabila petani memperoleh perlindungan, kepastian usaha, serta harga hasil panen yang menguntungkan.

Dalam kesempatan tersebut, Wamentan Sudaryono juga memberikan perhatian khusus kepada petani kelapa sawit di Kalimantan Barat. Ia mengingatkan seluruh pabrik kelapa sawit agar membeli tandan buah segar (TBS) sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Harga TBS tidak boleh dibeli di bawah ketentuan pemerintah. Saat harga CPO (crude palm oil) dunia sedang baik, petani juga harus menikmati hasilnya. Harga yang ditetapkan pemerintah daerah merupakan hasil kesepakatan bersama dan wajib dipatuhi,” tegasnya.

Selain memastikan perlindungan harga, Sudaryono membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat dan petani agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Sampaikan kepada kami apabila ada persoalan irigasi, pupuk, benih, maupun kebutuhan pertanian lainnya. Pemerintah ingin memastikan seluruh aspirasi petani bisa segera ditangani,” katanya.

Menurut dia sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, HKTI, serta seluruh pelaku pertanian akan mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai negara yang mandiri pangan.

“Kita ingin apa yang dikonsumsi masyarakat diproduksi oleh petani kita sendiri. Dengan begitu Indonesia semakin kuat, petani semakin makmur, dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh,” katanya.

Oleh Muhammad Harianto

Editor : Riza Mulyadi

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Menyapa Nusantara

Pemulihan aset negara tembus Rp1,8 triliun

  Badan Pemulihan Asset  Kejaksaan Agung (BPA) Kejagung, memulihkan Rp1,8 triliun  asset...

Menyapa Nusantara

Menua bukan akhir kisah, Sidaya jadi solusi nyata

Samarinda, 29/6 (ANTARA)-Di sebuah ruangan yang hangat dan penuh senyum di Sekolah...

HeadlineMenyapa Nusantara

Menteri PU sebut progres pembangunan sekolah rakyat capai 78 persen

Jakarta, 15/6 (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan secara...

HeadlineMenyapa Nusantara

Diplomasi kuliner sajian Nusantara di Negeri Azteca

Mexico City, 15/6 (ANTARA)- Mengangkat nama Indonesia di kancah dunia tidak melulu...