Halmaherapedia— Kepiting kenari atau Birgus latro adalah salah satu sumber daya perikanan di Maluku Utara. Potensi ini berada di hampir semua pulau di Maluku Utara. Salah satunya di Desa Gemia Patani Utara Kabupaten Halmahera Tengah.
Untuk mengelola secara berkelanjutan agar tidak habis, maka perlu dilakukan pembudidayaan. Selama ini masyarakat masih mengandalkan tangkapan di alam. Hal ini berpotensi menurunkan populasi dan mengancam keberlanjutannya.
Untuk menjaga tetap lestari, dilakukan upaya domestikasi atau pembudidayaan. Caranya dilakukan pemijahan buatan dan pembesaran benih, rekayasa pakan, sampai berkembang menjadi dewasa.
Setidaknya hal ini diinisiasi tim peneliti dari Fakultas Perikanan Univesitas Khairun Ternate yang terdiri dari Dr. Mufti Abdul Murhum sebagai ketua, Dr. Waode Munaeni dan Dr. Aqshan S. Nurdin sebagai anggota. Mufti dan timnnya mengembangkan model penangkaran menggunakan wadah terkontrol (Birgus Tera Box) dengan rekayasa pakan buatan.

Hasil penelitian ini diuji cobakan di masyarakat penangkap kepiting kelapa di Desa Gemia.
“Kita berdayakan mereka dengan Kelompok Penangkar Kepiting Kelapa (B.latro),” katanya Mingggu (17/5/20206).
Melalui model budidaya berbasis Teknologi Tepat Guna di Desa Gemia, Halmahera Tengah”. Skema pemberdayaan berbasis masyarakat dari pendanaan Bima Kementrian Ristekdikti tahun 2026 .
Menurut Mufti, tujuan dan target kegiatan ini adalah, berdayanya kelompok penangkaran dengan Teknologi Tepat Guna untuk meningkatkan produksi, pendapatan dan keberlanjutan usaha.
“Kita awali dengan sosialisasi, koordinasi dan pelatihan pengguatan kapasitas mitra,”ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri Pemerintah Desa tokoh masyarakat dan ketua/anggota kelompok. Untuk selanjutnya akan ada pendampingan teknis budidaya dan manajemen usaha mulai Mei hingga Desember nanti. (aji)
Komentar