Home Daerah Halmahera Tengah Keberhasilan Warga Umiyal Pulau Yoi Kecamatan Gebe Produksi Garam Massal
Halmahera TengahHeadline

Keberhasilan Warga Umiyal Pulau Yoi Kecamatan Gebe Produksi Garam Massal

Bagikan
Garam yang mulai dipanane massal oleh Kelompok Tambak Garam Talaga Ijo Umiyal Pulau Yoi Gebe Halmahera Tengah, foto Subhan
Bagikan

Lewat Program TEKAD Wilayah Pesisir, Kembangkan Tambak Garam Modern

Halmaherapedia– Warga Desa Umiyal di Pulau Yoi, Kecamatan Pulau Gebe Kabupaten Halmahera Tengah berhasil memproduksi garam secara massal. Mereka  mencatatkan sejarah baru bagi sektor pemberdayaan pesisir di Maluku Utara. Desa ini berhasil mewujudkan pengelolaan tambak garam grosok modern pertama di provinsi Maluku Utara.

Kesuksesan pembangunan tambak garam ini  adalah  hasil dari implementasi Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Program pendanaan dan pendampingan ini mulai digulirkan di Desa Umiyal pada akhir  2025 lalu dan kini telah menunjukkan hasil yang membanggakan.

Kehadiran teknologi  ini membawa perubahan besar bagi masyarakat Pulau Yoi. Dulu , warga setempat terbiasa membuat garam secara tradisional dengan cara memasak langsung air laut dalam waktu yang   lama.

“Untuk  menghasilkan garam, setidaknya kami harus  masak air laut  4 sampai 5 hari ,” Kata Om Ibe, salah satu warga desaUmyal.

Kelompok Tambak Garam Talaga Ijo Umiyal bersama pemerintah desa dan kecamatan sertafasilitator TEKAD saat panen perdana garam , foto Subhan

Proses juga menghabiskan kayu bakar  tidak sedikit.

“Bikin garam tradisional ini hanya mencukupi kebutuhan buat ikan garam (ikan asin),” tuturnya.

Melalui model tambak modern yang dibangun, efisiensi produksi meningkat drastis  tak tergantung   lagi dengan  kayu bakar.

Fasilitas produksi garam berskala modern ini dikelola secara langsung oleh kelompok demplot (demostration plot) Tambak  Garam Talaga Ijo Umiyal. Inovasi ini memadukan potensi alam pesisir Pulau Yoi yang memiliki kualitas air laut yang jernih, dengan sentuhan teknologi tepat guna untuk menghasilkan garam yang lebih bersih, berkualitas, dan memiliki waktu panen yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional.

“Kehadiran tambak garam modern ini jadi  bukti nyata  masyarakat desa pesisir mampu berinovasi jika diberikan pendampingan dan fasilitas yang memadai.Seperti  melalui program TEKAD ini,”

Melalui program TEKAD, kelompok Tambak Garam Talaga Ijo Umiyal tidak hanya diberikan bantuan infrastruktur fisik, tetapi juga pelatihan mengenai teknik kristalisasi air laut tingkat lanjut, manajemen kualitas air,  dan  tata cara pengemasan produk yang bernilai ekonomis.

Keberhasilan Desa Umiyal ini diproyeksikan akan membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Selain membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga desa, produksi garam dari Pulau Gebe ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan garam pasar lokal di Maluku Utara, yang selama ini masih bergantung pada pasokan luar daerah.

Ke depannya, tambak garam modern yang dikelola  Talaga Ijo Umiyal ini ditargetkan menjadi sentra percontohan (role model) bagi desa-desa pesisir lainnya, tidak hanya di Kabupaten Halmahera Tengah, tetapi juga di seluruh Maluku Utara. Transformasi ekonomi  ini  mulai membuahkan hasil nyata, mengubah air laut menjadi butiran Kristal.

 

Proses panen perdana garam di Pulau Yoi, foto Subhan

Melalui proses panjang akhirnya  pada Minggu (17/5/2026)  dilakukan  panen perdana garam. Warga  antusias, mengingat  memanen garam dari tambak modern adalah  hal baru bagi warga Umiyal.

Fasilitas produksi garam berskala modern ini dikelola secara langsung oleh kelompok demplot (demostration plot) Tambak Garam Talaga Ijo Umiyal. Inovasi ini memadukan potensi alam pesisir Pulau Yoi yang memiliki kualitas air laut yang jernih, dengan sentuhan teknologi tepat guna untuk menghasilkan garam yang lebih bersih, berkualitas, dan memiliki waktu panen yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional.

“Kehadiran tambak garam modern ini jadi  bukti nyata  masyarakat desa pesisir mampu berinovasi jika diberikan pendampingan dan fasilitas yang memadai. Seperti  melalui program TEKAD ini,”

Melalui program TEKAD, kelompok Tambak Garam Talaga Ijo Umiyal tidak hanya diberikan bantuan infrastruktur fisik, tetapi juga pelatihan mengenai teknik kristalisasi air laut tingkat lanjut, manajemen kualitas air,  dan  tata cara pengemasan produk yang bernilai ekonomis.

Keberhasilan Desa Umiyal ini diproyeksikan akan membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Selain membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga desa, produksi garam dari Pulau Gebe ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan garam pasar lokal di Maluku Utara, yang selama ini masih bergantung pada pasokan luar daerah.

Ke depannya, tambak garam modern yang dikelola Talaga Ijo Umiyal ini ditargetkan menjadi sentra percontohan (role model) bagi desa-desa pesisir lainnya, tidak hanya di Kabupaten Halmahera Tengah, tetapi juga di seluruh Maluku Utara. Transformasi ekonomi  ini  mulai membuahkan hasil nyata, mengubah air laut menjadi butiran kristal yang mensejahterakan masyarakat desa.

Panen perdana ini selain menghadirkan kelompok dan pemerintah desa  juga pemerintah kecamatan   Pulau Gebe    bersama  Fasilitator dan kader TEKAD.

Kepala Desa Umiyal, Buhari Gasim,  mengapreasi sekaligus  mengapresiasi   kegiatan usaha tambak garam ini. Dia berharap produksi garam ini  mendapatkan perhatian dan dukungan baik dari dari pemerintah Kabupaten maupun pemerintah Provinsi serta pemerintah Pusat.

“Keberhasilan panen perdana ini harapannya dapat disupport  pemerintah Hamahera Tengah  maupun pemerintah provinsi Maluku Utara,” ujar Buhari.

Dia bilang  wilayah Pulau Gebe selama ini dikenal luas sebagai pusat industri ekstraktif (pertambangan). Karena itu, kehadiran tambak garam modern ini diharapkan mampu menjadi poros ekonomi baru bagi masyarakat di desa Umiyal yang ramah lingkungan.

“Inovasi melalui program TEKAD ini, kami optimis sektor ini dapat dikembangkan lebih luas lagi,”katany.

Target utamanya membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Umiyal secara berkelanjutan.(tulisan kiriman Subhan Somola)

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
Halmahera TengahHeadline

Peneliti Unkhair Coba Domestikasi Kepiting Kenari di Gemia  Patani

Halmaherapedia— Kepiting kenari atau Birgus latro adalah salah satu sumber daya perikanan...

Halmahera BaratHeadline

Desa Tuada Halbar Kembangkan Udang Vaname  

Halmaherapedia- Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)  Jiko Banau  Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera...

Headline

HPMD Gane Barat Utara Noreng Filem Pesta Babi dengan Lancar

Halmaherapedia--  Himpunan Pelajar Mahasiswa Dolik (HPMD) bersama Formasicomity menggelar nonton  bareng (nobar)...

DaerahHeadline

Tradisi Padi Ladang yang Hilang di Halmahera

Pukul 10.30 WIT jelang siang itu,  matahari belum begitu terik. Muddin Hasan...