Jalan, Rumah dan Sekolah Terancam
LELEI— Kenaikan permukaan air laut diikuti limpasan gelombang menyebabkan pesisir pulau Lelei Kecamatan Kayoa alami abrasi parah. Dalam 10 tahun terakhir pesisir Pulau Lelei berkurang hingga puluhan meter. Bahkan saat ini jalan desa dan pemukiman warga juga sebgian sudah di sapu air laut. Terbaru, sekira Desember 2025 lalu sebagian rumah dan jalan sudah ambrol karena hantaman gelombang. Tidak itu saja, sekolah di desa ini juga kini dalam ancaman sangat serius.Tersisa kurang lebih 3 meter lagi, pagar sekolah sudah jatuh dihantam abrasi jika tidak segera dibangun penahan gelombang.

Muin Nurian warga Lelei mengungkapkan, kejadian ini sudah sangat memprihatinkan.Jalan hingga rumah, sudah disapu air laut. Padahal sekira 10 tahun lalu jarak rumah ke tepi laut masih puluhan meter. Kondisi saat ini jika tidak diatasi sebagian pemukiman di Desa Lelei ini akan habis disapu air laut. Diakuinya, sudah berulang kali dibangun talud penahan ombak, tetapi tidak berumur lama. Datang gelombang talud hancur.

“Perlu dipikirkan cara lain mengatasi abrasi yang terjadi saat ini,”kata Muin.
Soal kejadian abrasi yang parah ini, sudah diperiksa Pemkab Halmahera Selatan, dan dijanjikan segera dibangun break water dalam mengatasi masalah ini. Hanya saja sampai sekarang belum juga ada pekerjaan.
“Esoknya kejadian ini sudah ada petugas datang lakukan pengukuran dan pengambilan gambar tapi sampai sekarang blm juga ada realisasinya,” ujarnya.
Terkait masalah ini, informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, menyebutkan bahwa Pemkab Halmahera Selatan akan menggandeng pihak kampus untuk mengkaji secara mendalam agar pembangunan yang nanti dikerjakan bisa mengatasi masalah secara permanen. (aji)
Komentar