Home Daerah Inflasi Tinggi karena Malut  Bergantung Pangan  dari Luar   
DaerahHeadline

Inflasi Tinggi karena Malut  Bergantung Pangan  dari Luar   

Bagikan
Obit (35 th) salah satu petani dari Kao Halmahera Utara memanfaatkan lahan pekarangannya menanam sayur buncis, foto Doni
Bagikan

 Halmaherapedia—Rilis BPS pada Juni 2024, menunjukkan inflasi bulanan Malut  menyentuh angka 2,45 persen (month-to-month)—tertinggi secara nasional—dengan akumulasi year-to-date mencapai 5,16 persen. Angka inflasi ini terjadi karena dipicu oleh adanya  naiknya harga kebutuhan pangan.

Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Sirtalya J. Rando, saat menyampaikan pesan  pimpinan BI Malut dalam kegiatan Workshop Neraca Pangan Provinsi Maluku Utara  di Kie Raha Room, Lantai 3 Muara Hotel Ternate, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan bertema “Optimalisasi Neraca Pangan Daerah sebagai Instrumen Strategis Pengendalian Volatilitas Volatile Food di Provinsi Maluku Utara itu,  Sirtalya menyinggung urgensi validasi data pangan. Menurutnya, ketergantungan pasokan dari luar daerah kerap memicu gejolak harga (volatile food) seperti cabai, bawang merah, dan hortikultura.

Dia bilang  workshop ini  sangat pas  memanfaatkan proyeksi deflasi pada triwulan ketiga seiring masuknya puncak panen hortikultura dan perikanan.

“Untuk mengeksekusi peluang pelandaian inflasi ini secara presisi melalui kerangka 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Komunikasi Efektif). Kita butuh basis data pasokan yang akurat, tervalidasi, dan real-time,” ujar Sirtalya.

Menurutnya, workshop ini tidak hanya berhenti pada penyamaan metodologi, melainkan bermuara pada pengoperasian situs web neraca pangan daerah yang terintegrasi secara mandiri dengan kalender tanam dan jadwal gerakan pasar murah.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bapanas, BPS, hingga Bulog, Maluku Utara mampu membangun tata kelola pangan yang lebih adaptif, akurat, dan berkelanjutan.

Sekprov Samsudin A Kadir saat membuka Workshop Neraca Pangan Selasa (28/7/2026), foto HUMAS Pemprov Malut

Pemerintah Provinsi Maluku Utara  menyatakan, terus mematangkan langkah strategis menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.  Sekretaris  Daerah Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, saat membuka Workshop menyampaikan, acara   kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malut, Pemprov Maluku Utara, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini, bukan sekadar isu pertanian domestik, melainkan pilar utama ketahanan nasional yang berdampak langsung pada stabilitas harga, angka kemiskinan, hingga kesejahteraan masyarakat.  Berpedoman pada visi RPJMD Malut 2025–2029 serta agenda Asta Cita Presiden RI.

“Sebagai wilayah kepulauan, Malut menghadapi tantangan geografis tersendiri. Dari biaya logistik yang tinggi, kondisi cuaca, hingga perbedaan pola produksi antarwilayah. Karena itu, neraca pangan bukan sekadar angka statistik, melainkan instrumen dan ‘kompas’ strategis  memetakan ketercukupan pasokan dan mendeteksi surplus-defisit. Termasuk   menyusun intervensi kebijakan yang tepat sasaran.

Sekprov lantas menyoroti akar masalah ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Menurutnya, perubahan pola kerja masyarakat yang  cenderung mengandalkan sektor perkebunan (seperti kelapa, cengkih, dan pala), pertambangan, hingga ASN, membuat tradisi bercocok tanam pangan mandiri perlahan berkurang.

“Dulu masyarakat kita menanam tanaman pangan untuk kebutuhan hidup. Kini, banyak yang memilih fokus pada tanaman perkebunan karena pemeliharaannya dianggap lebih praktis. Pola ini membuat kita rentan. Jika daerah pemasok menahan stoknya, harga di tempat kita langsung bergejolak,” jelas Sekprov.

Untuk mengatasinya, Sekprov  mendorong masyarakat dan petani lokal  kembali menggerakkan budaya bercocok  tanam pangan, termasuk memanfaatkan pekarangan rumah, guna memperkuat kemandirian pangan daerah dari tingkat desa.(aji)

Bagikan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DaerahHeadline

Bird Race Competion, Ajang Perkenalkan Kehati Halmahera  

Bird Race Competion, Ajang Perkenalkan Kehati Halmahera   Halmaherapedia-- International Bird Race...

HeadlineKota Ternate

Nyanyian Alam Pulo Tareba: Dari Cerita  Alam yang Indah hingga Ancaman Perburuan Satwa Liar   

Penulis: Safri Rusdi/Wartawan Halmaherapedia.com  Rimbun pepohonan  dan suara burung dari kejauhan terdengar...

Halmahera UtaraHeadline

Warga Waringi Lelewi Tagih  Janji PT NHM

Terkait Status Penggusuran Kebun Cengkeh Halmaherapedia---Warga Desa Warilelewi Kecamatan Kao Kabupaten Halmahera...

DaerahHeadline

Pemprov Buat Konsultasi Publik Perkada Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Halmaherapedia–Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi menggelar agenda Konsultasi Publik Penyusunan Peraturan Kepala...